Update: Senin, 5 Oktober 2026

BTPS

PT. Bank BTPN Syariah Tbk.

Rp 940
+1.08%
Volume
30.936 lot
MA 5
939
MA 20
991
RSI
27.66
High
945
Low
925
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.46%
Support (10d)
915
Resistance (10d)
1.015
Volume Trend (10d)
-57.9%
Score
50
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-4.57 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (27.7) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -16.992 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BTPS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 27.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.46%. Area support terdekat berada di sekitar Rp915, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.015.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 915, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Memahami Metode Gordon Growth: Cara Menilai Saham Berdasarkan Dividen

Dalam dunia investasi saham, salah satu pertanyaan terbesar yang selalu muncul adalah: Apakah harga saham ini saat ini terbilang murah atau mahal? Untuk menjawabnya, investor menggunakan berbagai metode valuasi. Salah satu yang paling populer dan mudah dipahami, terutama untuk saham-saham yang rutin membagikan dividen, adalah Metode Gordon Growth Model (GGM). Apa Itu Metode Gordon Growth? Gordon Growth Model, juga dikenal sebagai Dividend Discount Model (DDM) versi stabil, pertama kali diperkenalkan oleh ekonom Myron J. Gordon pada tahun 1960-an. Model ini mengasumsikan bahwa dividen yang dibayarkan oleh perusahaan akan terus tumbuh pada tingkat yang konstan setiap tahunnya selamanya. Dengan kata lain, GGM membantu investor menghitung nilai wajar suatu saham hanya berdasarkan proyeksi dividen di masa depan, tingkat pertumbuhan dividen, serta tingkat imbal hasil yang diinginkan oleh...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Awesome Oscillator (AO): Twin Peaks, Saucer, dan Zero Line Crossing
  2. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER
  3. Perbedaan Trading Saham Reguler vs Cash Market: Panduan Lengkap untuk Pemula
  4. Drawdown Duration: Indikator Pemulihan yang Sering Terlupakan
  5. Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order
  6. Nilai yang Sesungguhnya: Menguak Arti Tangible Book Value per Share dalam Analisis Saham
  7. Book Building dan Masa Penawaran IPO: Cara Menentukan Harga Saham Perdana
  8. Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat
  9. Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem
  10. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan

TradingView Chart - BTPS