Update: Jumat, 11 September 2026

JRPT

PT. Jaya Real Property Tbk.

Rp 1.115
-0.89%
Volume
8.671 lot
MA 5
1.113
MA 20
1.089
RSI
75.00
High
1.135
Low
1.095
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
0.47%
Support (10d)
1.075
Resistance (10d)
1.135
Volume Trend (10d)
-13.2%
Score
45
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
3.24 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (75.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.884 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham JRPT saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 75.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.47%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.075, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.135.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.075, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi

Seorang investor melihat laporan laba rugi sebuah emiten. Laba bersih naik 80% dibanding tahun lalu. Luar biasa! Namun setelah diselidiki lebih dalam, kenaikan laba tersebut ternyata berasal dari penjualan anak perusahaan (gain on divestiture) sebesar Rp200 miliar. Bisnis inti perusahaan justru mengalami penurunan laba operasi 10%. Harga saham yang semula naik karena "kabar baik" kemudian anjlok ketika pasar menyadari bahwa kinerja sesungguhnya memburuk. Inilah jebakan yang paling sering dialami investor pemula: tertipu oleh pos-pos luar biasa (non-recurring items) yang tidak mencerminkan kinerja berkelanjutan perusahaan. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang analisis non-recurring items, bagaimana membedakan pendapatan dan beban inti (core) versus non-inti (non-core), serta teknik menormalkan laba untuk mendapatkan gambaran kinerja bisnis yang sesungguhnya. Apa Itu Non-Recurring Items? Non-recurring items adalah pos-pos pendapatan atau...

Artikel menarik lainnya:

  1. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  2. PER Ideal untuk Saham Consumer Goods: Berapa Batas Wajar Membeli?
  3. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  4. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  5. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  6. Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?
  7. Saham Gocap: Mental Block di Balik Harga Rp50 yang Menggoda
  8. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  9. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  10. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital

TradingView Chart - JRPT