Update: Jumat, 5 Juni 2026

KAYU

PT. Darmi Bersaudara Tbk.

Rp 18
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
18
MA 20
18
RSI
100.00
High
-
Low
-
Nilai
5/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
0
Volume Trend (10d)
+0.0%
Score
5
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ukuran Sejati Kinerja Saham: Mengapa Rasio Perusahaan Harus Dibandingkan dengan Rata-rata Industri

Seorang investor pemula sering kali bertanya: "Apakah PER 15x itu mahal atau murah?" Jawabannya: tergantung. Tergantung pada industri tempat perusahaan beroperasi. PER 15x untuk perusahaan perbankan tergolong mahal, tetapi untuk perusahaan teknologi tergolong sangat murah. Inilah esensi dari analisis rasio benchmark—membandingkan rasio keuangan sebuah perusahaan dengan rata-rata industri sejenis. Tanpa pembanding, angka rasio hanyalah angka mati yang tidak bermakna. Artikel ini akan membahas mengapa benchmarking sangat penting, rasio-rasio kunci yang wajib dibandingkan, cara mendapatkan data rata-rata industri, serta bagaimana menarik kesimpulan investasi dari perbandingan tersebut. Mengapa Membandingkan dengan Rata-rata Industri? Ada beberapa alasan fundamental mengapa seorang investor tidak boleh menilai rasio perusahaan secara terisolasi: 1. Setiap Industri Memiliki Karakteristik Keuangan yang Berbeda Bayangkan Anda membandingkan denyut nadi seorang atlet maraton dengan seorang lansia. Angka yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  2. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  3. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  4. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  5. Analisis Post Trade: Seni Mengevaluasi Kesalahan Tanpa Menyesali Diri
  6. Saham Gocap: Mental Block di Balik Harga Rp50 yang Menggoda
  7. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  8. Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu
  9. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  10. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross

TradingView Chart - KAYU