Update: Jumat, 10 Juli 2026

BLTA

PT. Berlian Laju Tanker Tbk

Rp 32
0.00%
Volume
5.044 lot
MA 5
32
MA 20
33
RSI
36.36
High
32
Low
32
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.88%
Support (10d)
30
Resistance (10d)
33
Volume Trend (10d)
-42.5%
Score
35
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-20.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (36.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 500 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BLTA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 36.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.88%. Area support terdekat berada di sekitar Rp30, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp33.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 29 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Depresiasi dan Amortisasi: Kunci Membaca Kualitas Laba dan Valuasi Saham

Dalam dunia saham, investor sering kali terpaku pada laba bersih atau pendapatan per saham (EPS). Namun, ada dua pos penting dalam laporan keuangan yang kerap luput dari perhatian padahal sangat berdampak pada kualitas laba dan arus kas: Depresiasi dan Amortisasi. Memahami keduanya adalah keterampilan kunci untuk menilai apakah sebuah saham overvalued atau justru undervalued. 1. Depresiasi vs. Amortisasi: Apa Bedanya? Depresiasi adalah alokasi biaya perolehan aset berwujud (tangible) seperti mesin pabrik, kendaraan, gedung, dan peralatan IT. Contoh: truk logistik yang nilainya turun setiap tahun karena pemakaian. Amortisasi adalah alokasi biaya aset tidak berwujud (intangible) seperti hak paten, merek dagang, lisensi, dan perangkat lunak. Contoh: biaya akuisisi merek minuman yang diamortisasi selama 10 tahun. Keduanya adalah biaya non-kas. Artinya, perusahaan mencatatnya sebagai beban di laporan laba...

Artikel menarik lainnya:

  1. Menentukan Ukuran Posisi: Seni Mengelola Risiko sebelum Masuk Pasar
  2. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  3. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI
  4. Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat
  5. Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam
  6. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  7. Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover
  8. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  9. Glosarium Istilah Saham Wajib Hafal untuk Pemula
  10. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu

TradingView Chart - BLTA