Update: Jumat, 22 Mei 2026

BLTA

PT. Berlian Laju Tanker Tbk

Rp 34
0.00%
Volume
94.413 lot
MA 5
37
MA 20
40
RSI
23.08
High
34
Low
31

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.05%
Support (10d)
31
Resistance (10d)
42
Volume Trend (10d)
+23.6%
Score
35
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-17.07 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (23.1) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -16.946 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BLTA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 23.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.05%. Area support terdekat berada di sekitar Rp31, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp42.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 29 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari pola Gartley dan Bat, kini saatnya mengenal pola harmonic yang ketiga: pola Butterfly atau pola Kupu-Kupu. Pola Butterfly ditemukan dan dipopulerkan oleh Bryce Gilmore dan kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Larry Pesavento dan Scott Carney. Pola ini dinamakan "Butterfly" (kupu-kupu) karena bentuknya yang simetris menyerupai sayap kupu-kupu yang terbentang. Yang membedakan Butterfly dari pola harmonic lainnya adalah posisi titik D yang sangat ekstrem – berada di luar titik X (bukan di antara X dan A seperti pada Gartley dan Bat). Titik D pada pola Butterfly berada di level 127.2% dari XA, artinya harga bergerak melampaui titik awal pola. Inilah yang membuat pola ini sangat menarik sekaligus berisiko. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Butterfly (baik bullish...

Artikel menarik lainnya:

  1. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  2. Long Legged Doji: Ketika Pasar Berguncang Hebat tapi Berakhir Bimbang
  3. Valuasi Saham Perkebunan dengan Harga CPO: Mengikuti Irama Komoditas
  4. Bahaya Blind Follow Signal Grup Telegram: Jalan Pintas Menuju Kebangkrutan
  5. Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham
  6. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?
  7. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai
  8. Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya
  9. Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital
  10. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan

TradingView Chart - BLTA