Update: Senin, 5 Oktober 2026

STRK

PT. Lovina Beach Brewery Tbk.

Rp 61
+17.31%
Volume
598.687 lot
MA 5
50
MA 20
59
RSI
43.75
High
64
Low
52
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.01%
Support (10d)
40
Resistance (10d)
70
Volume Trend (10d)
+124.1%
Score
70
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-7.58 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (43.8)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 6.569 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham STRK saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 43.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.01%. Area support terdekat berada di sekitar Rp40, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp70.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 62 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 67 - 70 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 57 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Social Media Detox Selama Trading: Mengapa Grup WA dan Telegram Bisa Menghancurkan Akun Anda

Anda membuka grup WhatsApp atau Telegram saham favorit Anda. Dalam lima menit, Anda membaca puluhan pesan: "UD ini bakal tembus 200! Gas terus!" "Turun dikit dikit, sabar ya kawan, masih bagus!" "Tadi saya dapat info dari dalam, ada kabar baik minggu depan." "Saya sudah beli 200 lot di 150. Siapa lagi?" "Udah naik 10 poin! Makasih admin!" Lima belas menit kemudian, Anda membeli saham itu. Bukan karena analisis Anda. Bukan karena riset Anda. Tapi karena semua orang di grup membelinya. Anda takut ketinggalan. Inilah social media dalam trading. Dan bagi kebanyakan trader ritel, ia adalah racun perlahan yang menghancurkan disiplin, mengaburkan penilaian, dan menguras modal. Artikel ini tentang perlunya social media detox selama trading. Bukan berarti Anda harus menghapus semua akun sosial media selamanya. Tapi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rainbow Moving Average: Membaca Kekuatan Tren dengan Lapisan Ganda
  2. Rasio Beta: Mengukur Kepekaan Saham Anda terhadap IHSG
  3. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish
  4. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  5. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  6. Peran Accountability Partner dalam Saham: Mengapa Berinvestasi Sendirian Bisa Berbahaya
  7. Rasio Effective Tax Rate: Deteksi Manipulasi Laba dan Keunggulan Pajak Tersembunyi
  8. Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?
  9. Analisis EBITDA: Senjata Ampuh yang Juga Bisa Menyesatkan
  10. Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas

TradingView Chart - STRK