Update: Jumat, 22 Mei 2026

KBLI

PT. KMI Wire & Cable Tbk.

Rp 322
0.00%
Volume
18.009 lot
MA 5
322
MA 20
324
RSI
45.45
High
324
Low
310

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.55%
Support (10d)
310
Resistance (10d)
326
Volume Trend (10d)
-39.1%
Score
70
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-0.62 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (45.5)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2.906 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KBLI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 45.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.55%. Area support terdekat berada di sekitar Rp310, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp326.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 328 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 354 - 370 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 299 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor

Dalam dunia saham, investor fokus pada laba bersih, pendapatan, dan arus kas. Namun, ada satu pos biaya yang sering luput dari perhatian padahal bisa sangat signifikan: biaya sewa (rent expense). Baik itu sewa toko, sewa pabrik, sewa kantor, atau sewa peralatan—biaya ini mengalir keluar setiap bulan dan mengurangi laba perusahaan. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA adalah alat sederhana namun kuat untuk mengukur seberapa besar beban sewa membebani operasional perusahaan. Artikel ini akan membahas apa itu rasio ini, mengapa penting, bagaimana interpretasinya, serta bagaimana menggunakannya untuk menghindari saham dengan beban sewa yang terlalu berat. 1. Apa Itu Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA? Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA membandingkan total biaya sewa tahunan dengan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization). Rumus: Rasio Sewa/EBITDA = Beban...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams
  2. Dividend Yield Tinggi: Jebakan atau Peluang?
  3. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda
  4. Memahami Pola Doji: Sinyal Netral yang Bisa Menjadi Pembalik Tren
  5. Harami Bearish: Saat Pasar "Mengandung" Potensi Pembalikan Turun
  6. Pengertian IPO (Initial Public Offering): Saat Perusahaan Go Public
  7. Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya
  8. Rasio Burn Rate: Detak Jantung Keuangan Startup Sebelum Tumbang
  9. Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham
  10. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi

TradingView Chart - KBLI