Update: Jumat, 5 Juni 2026

KLBF

PT. Kalbe Farma Tbk.

Rp 695
-3.47%
Volume
530.140 lot
MA 5
732
MA 20
820
RSI
4.65
High
710
Low
690
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.84%
Support (10d)
680
Resistance (10d)
845
Volume Trend (10d)
-12.7%
Score
35
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
-27.60 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (4.7) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -84.528 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KLBF saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 4.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.84%. Area support terdekat berada di sekitar Rp680, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp845.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 646 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok

Dalam dunia saham, terutama untuk perusahaan berbasis langganan (subscription) seperti SaaS, streaming musik, e-commerce membership, hingga platform digital lainnya, ada satu metrik yang sering menjadi pembeda antara saham yang terus naik dan saham yang perlahan mati: Churn Rate. Banyak investor fokus pada pertumbuhan jumlah pelanggan baru, tetapi lupa bahwa pertumbuhan yang cepat tidak ada artinya jika pelanggan lama pergi dengan kecepatan yang sama atau lebih cepat. Sebuah ember yang bocor di bagian bawah tidak akan pernah penuh, tidak peduli seberapa deras air dituangkan dari atas. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu churn rate, mengapa ia menjadi indikator kesehatan bisnis yang krusial, bagaimana membaca trennya, serta strategi menggunakannya untuk memilih saham berkualitas di sektor digital. Apa Itu Churn Rate? Churn Rate (atau tingkat kehilangan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Buyback Saham: Ketika Perusahaan Membeli Kembali Sahamnya Sendiri
  2. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan
  3. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  4. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  5. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
  6. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  7. Fed Model: Menilai Wajar Tidaknya Pasar Saham dengan Membandingkan Imbal Hasil
  8. Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?
  9. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  10. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance

TradingView Chart - KLBF