Update: Kamis, 11 Juni 2026

DSSA

PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk

Rp 730
-7.59%
Volume
10.650.964 lot
MA 5
680
MA 20
746
RSI
48.92
High
780
Low
695
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
9.40%
Support (10d)
410
Resistance (10d)
825
Volume Trend (10d)
+269.0%
Score
45
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-67.56 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (48.9)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -713.968 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DSSA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 48.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 9.40%. Area support terdekat berada di sekitar Rp410, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp825.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 410, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya

Sebagai investor saham, Anda mungkin terbiasa melihat dividend yield sebagai ukuran seberapa besar imbal hasil yang dikembalikan perusahaan kepada pemegang saham. Namun, di era modern, banyak perusahaan besar—terutama di sektor teknologi dan korporat matang—lebih memilih untuk membeli kembali sahamnya (buyback) daripada membagikan dividen tunai. Mengapa? Karena buyback juga mengembalikan nilai kepada pemegang saham, namun dengan cara yang berbeda: mengurangi jumlah saham beredar sehingga meningkatkan kepemilikan dan laba per saham (EPS) bagi investor yang tersisa. Di sinilah konsep Shareholder Yield lahir. Shareholder Yield menggabungkan dividen tunai dan pembelian kembali saham menjadi satu metrik tunggal yang mengukur total uang tunai yang dikembalikan perusahaan kepada pemegang saham relatif terhadap harga pasar sahamnya. Apa itu Shareholder Yield? Shareholder Yield adalah persentase dari harga saham yang diwakili oleh: Dividen tunai...

Artikel menarik lainnya:

  1. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami
  2. Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat
  3. Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri
  4. Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud
  5. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace
  6. Absorption – Volume Besar Tanpa Pergerakan Harga, Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  7. Efek Ilusi Kontrol: Ketika Anda Berpikir Grafik Dapat Mengendalikan Pasar
  8. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan
  9. PEG Ratio: Ketika PER Bertemu Pertumbuhan Laba
  10. Ribuan Skenario Masa Depan: Analisis Monte Carlo untuk Proyeksi Laba dalam Investasi Saham

TradingView Chart - DSSA