Update: Kamis, 20 Agustus 2026

DSSA

PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk

Rp 1.020
-1.92%
Volume
4.197.137 lot
MA 5
1.006
MA 20
919
RSI
71.95
High
1.050
Low
1.005
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.00%
Support (10d)
865
Resistance (10d)
1.075
Volume Trend (10d)
+125.0%
Score
45
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
31.61 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (72.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -731.434 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DSSA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 72.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.00%. Area support terdekat berada di sekitar Rp865, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.075.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 865, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Graph Anosognosia: Ketika Trader Tidak Tahu Bahwa Mereka Tidak Tahu

Ada satu kondisi psikologis yang paling berbahaya di dunia trading, lebih berbahaya daripada FOMO, lebih berbahaya daripada revenge trading, lebih berbahaya daripada overtrading. Kondisi itu adalah: tidak tahu bahwa Anda tidak tahu. Dalam psikologi, kondisi ini disebut anosognosia—ketidakmampuan seseorang untuk menyadari kekurangan atau kondisi mereka sendiri. Penderita anosognosia tidak hanya buta terhadap kelemahan mereka; mereka juga tidak sadar bahwa mereka buta. Dalam konteks trading, saya menyebutnya Graph Anosognosia: kondisi di mana seorang trader yakin bahwa mereka bisa membaca grafik, menganalisis pasar, dan mengambil keputusan yang benar—padahal sebenarnya mereka tidak bisa. Dan yang lebih parah, mereka tidak tahu bahwa mereka tidak bisa. Trader dengan graph anosognosia adalah yang paling sulit diajari. Bukan karena mereka bodoh, tetapi karena mereka tidak menyadari bahwa mereka perlu belajar. Mereka sudah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Black Swan: Pola Harmonic Bullish yang Langka dan Eksotis
  2. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik
  3. Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan
  4. Strategi Tilt Factor: Memanfaatkan Size, Value, dan Momentum untuk Meningkatkan Return
  5. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  6. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang
  7. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  8. Cut Loss Tepat: Kapan dan Bagaimana Caranya
  9. Analisis Tobin's Q: Apakah Pasar Sedang Overvalued?
  10. Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar

TradingView Chart - DSSA