Update: Selasa, 14 Juli 2026

PSDN

PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk

Rp 110
-0.90%
Volume
12.949 lot
MA 5
110
MA 20
110
RSI
51.92
High
114
Low
108
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.19%
Support (10d)
94
Resistance (10d)
124
Volume Trend (10d)
+183.8%
Score
75
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-14.06 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 27 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PSDN saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.19%. Area support terdekat berada di sekitar Rp94, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp124.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 110 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 127 - 138 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 105 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Reward to Risk Ratio: Mengapa Minimal 1:2 Adalah Kunci Profit Jangka Panjang

Dua orang trader memiliki track record yang sangat berbeda. Trader A menang 7 kali dari 10 transaksi (win rate 70%). Namun setiap kemenangannya kecil (hanya 5%), sementara setiap kekalahannya besar (minus 20%). Hasil akhir 10 transaksi: untung 7×5% = 35%, rugi 3×20% = 60%. Net: -25%. Ia merugi meskipun menang 7 kali. Trader B hanya menang 4 kali dari 10 transaksi (win rate 40%). Namun setiap kemenangannya besar (20%), sementara setiap kekalahannya kecil (minus 5%). Hasil akhir 10 transaksi: untung 4×20% = 80%, rugi 6×5% = 30%. Net: +50%. Ia untung meskipun hanya menang 4 dari 10 kali. Apa yang membedakan mereka? Bukan win rate (persentase kemenangan), tetapi reward to risk ratio (rasio antara keuntungan rata-rata dan kerugian rata-rata). Artikel ini akan membahas secara mendalam...

Artikel menarik lainnya:

  1. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  2. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham
  3. Capex vs Maintenance Capex: Membedakan Investasi Ekspansi dan Biaya Pemeliharaan
  4. PBV Kurang dari 1: Peluang Emas atau Jebakan Berbahaya?
  5. Cara Membeli Saham Pertama Kali di Sekuritas: Panduan Langkah demi Langkah untuk Pemula
  6. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas
  7. Production Cost per Ton: Metrik Paling Jujur dari Saham Tambang
  8. Saham Gocap: Mental Block di Balik Harga Rp50 yang Menggoda
  9. Mass Index: Mengukur Ekspansi Volatilitas untuk Mengidentifikasi Pembalikan
  10. Pengaruh Siklus Tidur terhadap Keputusan Trading: Ketika Kantuk Menghancurkan Portofolio

TradingView Chart - PSDN