Update: Senin, 5 Oktober 2026

PSDN

PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk

Rp 121
+3.42%
Volume
69.191 lot
MA 5
117
MA 20
132
RSI
39.13
High
130
Low
118
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.13%
Support (10d)
106
Resistance (10d)
147
Volume Trend (10d)
-51.1%
Score
35
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-11.68 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (39.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -3.793 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PSDN saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 39.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.13%. Area support terdekat berada di sekitar Rp106, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp147.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 101 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung

Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan investor pemula adalah melihat rasio Price to Book Value (PBV) sebuah saham, lalu langsung menyimpulkan apakah saham tersebut murah atau mahal berdasarkan angka absolut. "Bank A punya PBV 1,5x, Bank B punya PBV 2,0x, jadi Bank A lebih murah." Atau bahkan lebih parah: "Bank punya PBV 1,5x, sementara perusahaan teknologi punya PBV 8x, jadi teknologi terlalu mahal." Kesimpulan seperti ini bisa sangat menyesatkan. Mengapa? Karena setiap sektor memiliki karakteristik fundamental yang berbeda yang mempengaruhi "rasio PBV normal" masing-masing. Membandingkan PBV bank dengan PBV perusahaan teknologi seperti membandingkan apel dengan durian – keduanya buah, tetapi sangat berbeda. Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan karakteristik sektor perbankan dan sektor teknologi yang menyebabkan rentang PBV mereka berbeda secara fundamental. Dengan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Cash Conversion Cycle (CCC): Mengukur Efisiensi Arus Kas dari Hulu ke Hilir
  2. NPV Sumber Daya: Kunci Membaca Nilai Sesungguhnya Saham Tambang
  3. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  4. Efek Endowment: Bahaya Cinta Buta pada Saham Milik Sendiri
  5. Rasio Effective Tax Rate: Deteksi Manipulasi Laba dan Keunggulan Pajak Tersembunyi
  6. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  7. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  8. Beneish M-Score: Alat Deteksi Dini Manipulasi Laporan Keuangan
  9. Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi
  10. PER Forward vs Trailing: Mana yang Lebih Akurat Menilai Saham?

TradingView Chart - PSDN