Update: Jumat, 14 Agustus 2026

PSDN

PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk

Rp 136
+0.74%
Volume
30.085 lot
MA 5
137
MA 20
128
RSI
61.11
High
139
Low
133
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.98%
Support (10d)
123
Resistance (10d)
147
Volume Trend (10d)
-64.0%
Score
75
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
25.93 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (61.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 4.455 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PSDN saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 61.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.98%. Area support terdekat berada di sekitar Rp123, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp147.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 136 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 156 - 170 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 129 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Disposisi Effect: Mengapa Kita Cepat Jual Saham Profit, tapi Tahan Saham Rugi

Seorang investor memiliki dua saham dalam portofolionya. Saham A: Ia beli di harga Rp5.000. Sekarang harganya Rp6.000. Ia merasa senang dan tergoda untuk menjualnya, mengambil profit Rp1.000 per saham. Saham B: Ia beli di harga Rp5.000. Sekarang harganya Rp4.000. Ia merasa tidak enak, menutup layar aplikasi trading, dan berharap suatu saat harga akan kembali ke Rp5.000. Dari dua situasi di atas, mana yang akan ia jual lebih dulu? Jika jawaban Anda adalah Saham A (yang sedang profit), selamat. Anda sama seperti kebanyakan investor. Dan sayangnya, kebanyakan investor itu salah. Fenomena inilah yang dalam psikologi keuangan disebut disposisi effect: kecenderungan investor untuk menjual saham yang sedang naik (profit) terlalu cepat, dan menahan saham yang sedang turun (rugi) terlalu lama. Ini adalah salah satu bias paling merusak...

Artikel menarik lainnya:

  1. Cara Analisis Prospektus Sebelum Beli Saham IPO: Jangan Hanya Ikut-ikutan!
  2. Analisis Tobin's Q: Apakah Pasar Sedang Overvalued?
  3. Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan
  4. Analisis Relasi Dividend Yield vs Suku Bunga: Kapan Dividen Masih Menarik?
  5. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  6. Goodwill & Intangible Asset: Aset Tak Terlihat yang Bisa Menjebak Investor
  7. Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa
  8. Mengukur Amarah dan Keserakahan Pasar: Memahami CNN Fear & Greed Index
  9. Bahaya Blind Follow Signal Grup Telegram: Jalan Pintas Menuju Kebangkrutan
  10. KST Indicator (Know Sure Thing): Menggabungkan Empat Momentum dalam Satu Indikator

TradingView Chart - PSDN