Update: Jumat, 22 Mei 2026

KLIN

PT. Klinko Karya Imaji Tbk.

Rp 110
+1.85%
Volume
297 lot
MA 5
115
MA 20
141
RSI
14.75
High
113
Low
100

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.99%
Support (10d)
100
Resistance (10d)
158
Volume Trend (10d)
+67.4%
Score
30
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-24.14 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (14.8) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -391 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KLIN saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 14.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.99%. Area support terdekat berada di sekitar Rp100, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp158.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 95 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Current Ratio: Ukur Likuiditas Perusahaan

Current Ratio adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar utang jangka pendeknya menggunakan aset lancar yang dimiliki. Sederhananya, Current Ratio menjawab pertanyaan: “Apakah perusahaan memiliki cukup aset yang bisa cepat dicairkan untuk membayar tagihan-tagihan yang jatuh tempo dalam waktu dekat?” Current Assets (Aset Lancar) : Aset yang bisa diuangkan dalam waktu kurang dari satu tahun (kas, piutang, persediaan). Current Liabilities (Utang Lancar) : Utang yang harus dibayar dalam waktu kurang dari satu tahun (utang dagang, utang bank jangka pendek, pajak terutang). Rumus Current Ratio Rumus Current Ratio sangat sederhana: Current Ratio = Aset Lancar / Utang Lancar Hasilnya biasanya dinyatakan dalam bentuk desimal atau perbandingan (misal 2,0 atau 2:1). Contoh Hitungan Misalkan perusahaan PT Sejahtera Bersama memiliki data berikut: Total aset lancar = Rp200...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ease of Movement (EMV) – Mengukur Kemudahan Harga Bergerak
  2. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  3. EPS (Earning per Share): Cara Hitung dan Interpretasi untuk Pemula
  4. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  5. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  6. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  7. Harami Bearish: Saat Pasar "Mengandung" Potensi Pembalikan Turun
  8. Dividend Yield vs Dividend Payout Ratio: Mana yang Lebih Penting?
  9. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula
  10. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus

TradingView Chart - KLIN