Update: Senin, 5 Oktober 2026

KLIN

PT. Klinko Karya Imaji Tbk.

Rp 117
0.00%
Volume
2.315 lot
MA 5
116
MA 20
120
RSI
43.48
High
126
Low
115
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.60%
Support (10d)
100
Resistance (10d)
135
Volume Trend (10d)
-30.1%
Score
60
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-2.50 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (43.5)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KLIN saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 43.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.60%. Area support terdekat berada di sekitar Rp100, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp135.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 119 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 129 - 135 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 109 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya

Dalam analisis teknikal saham, Elliott Wave Theory mengajarkan bahwa pergerakan harga bergerak dalam pola 5 gelombang impulsif (1,2,3,4,5) dan 3 gelombang korektif (A,B,C). Namun, terkadang salah satu dari gelombang impulsif tersebut – baik wave 1, wave 3, atau wave 5 – memiliki panjang yang jauh lebih besar dibandingkan dua gelombang impulsif lainnya. Fenomena ini disebut Extended Wave (Gelombang Memanjang). Extended wave adalah konsep penting dalam Elliott Wave karena mempengaruhi cara Anda menghitung gelombang, memproyeksikan target harga, dan menentukan titik entry dan exit. Memahami extended wave akan membantu Anda tidak salah mengidentifikasi struktur gelombang, terutama ketika satu gelombang terlihat "terlalu panjang" dibandingkan yang lain. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang extended wave, mulai dari jenis-jenisnya, karakteristik, aturan yang berlaku, cara mengidentifikasinya, hingga implikasinya dalam...

Artikel menarik lainnya:

  1. Peran Accountability Partner dalam Saham: Mengapa Berinvestasi Sendirian Bisa Berbahaya
  2. FCFF (Free Cash Flow to Firm): Mengukur Nilai Seluruh Perusahaan, Bukan Hanya Ekuitas
  3. Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan
  4. On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan
  5. Capex vs Maintenance Capex: Membedakan Investasi Ekspansi dan Biaya Pemeliharaan
  6. Membangun Jurnal Trading Harian: Senjata Rahasia Trader Profesional
  7. Mengenal Jenis-Jenis Saham: Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen
  8. Rasio BOPO: Mengukur Efisiensi Operasional Bank Sebelum Membeli Sahamnya
  9. Beneish M-Score: Alat Deteksi Dini Manipulasi Laporan Keuangan
  10. Jam Trading Terbaik untuk Psikologi: Menemukan Waktu di Mana Anda Berada di Puncak Kendali

TradingView Chart - KLIN