Update: Jumat, 22 Mei 2026

SOHO

PT. Soho Global Health Tbk.

Rp 1.595
-0.62%
Volume
269 lot
MA 5
1.607
MA 20
1.791
RSI
21.67
High
1.635
Low
1.550

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.85%
Support (10d)
1.500
Resistance (10d)
2.170
Volume Trend (10d)
+135.3%
Score
30
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-19.85 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (21.7) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -109 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SOHO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 21.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.85%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.500, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.170.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.425 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang

Dalam dunia investasi saham tambang — terutama tambang emas, perak, dan logam mulia lainnya — Anda akan sering mendengar istilah cash cost. Banyak perusahaan dengan bangga melaporkan cash cost yang rendah, seolah itu adalah satu-satunya ukuran efisiensi. Namun investor berpengalaman tahu bahwa cash cost bisa menipu. Di sinilah All-in Sustaining Cost (AISC) hadir sebagai metrik yang lebih jujur dan komprehensif. AISC adalah standar emas (bukan permainan kata) dalam menilai profitabilitas sesungguhnya sebuah perusahaan tambang. Jika Anda hanya melihat satu metrik biaya sebelum membeli saham tambang, seharusnya itu adalah AISC. Apa Itu All-in Sustaining Cost? AISC adalah total biaya yang dikeluarkan perusahaan tambang untuk mempertahankan produksi pada level saat ini dan mempertahankan cadangan yang ada, dihitung per unit logam yang berhasil dijual (biasanya per ons emas...

Artikel menarik lainnya:

  1. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  2. Gaji Bos vs Keuntungan Perusahaan: Mengukur Rasio Kompensasi Manajemen terhadap Laba Bersih
  3. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  4. Analisis DuPont 3 Langkah: Membongkar Rahasia ROE untuk Menilai Saham Lebih Cerdas
  5. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI
  6. Membatasi Screen Time Saham: Semakin Sering Melihat, Semakin Buruk Keputusan Anda
  7. Capex vs Maintenance Capex: Membedakan Investasi Ekspansi dan Biaya Pemeliharaan
  8. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  9. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor
  10. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut

TradingView Chart - SOHO