Update: Senin, 6 Juli 2026

PNGO

PT. Pinago Utama Tbk.

Rp 3.450
+0.58%
Volume
166 lot
MA 5
3.428
MA 20
3.435
RSI
51.52
High
3.450
Low
3.430
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.82%
Support (10d)
3.360
Resistance (10d)
3.510
Volume Trend (10d)
-24.2%
Score
45
Win Rate (30d)
63.33 %
P/L (30d)
1.77 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.5)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -7 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PNGO saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.82%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.360, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.510.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 3.360, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor

Anda baru saja mendapat bonus tahunan atau menjual aset senilai ratusan juta rupiah. Dana itu ingin diinvestasikan ke saham. Pertanyaan yang langsung muncul: Masukkan semua sekarang (lump sum) atau dicicil bertahap (DCA)? Perdebatan antara Lump Sum dan Dollar Cost Averaging (DCA) adalah salah satu diskusi paling klasik di dunia investasi. Kedua kubu memiliki argumen kuat. Mari bedah tuntas, sehingga Anda bisa memutuskan berdasarkan data dan profil risiko, bukan sekadar firasat. Definisi Singkat Lump Sum: Menginvestasikan seluruh dana yang tersedia sekaligus saat ini juga. DCA (Dollar Cost Averaging): Memecah dana tersebut menjadi beberapa bagian dan menginvestasikannya secara berkala (misalnya bulanan) dalam jangka waktu tertentu, terlepas dari kondisi pasar. Tinjauan Data: Apa Kata Riset? Berbagai penelitian dari lembaga keuangan ternama (termasuk Vanguard dan Fidelity) dengan jangka waktu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  2. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  3. Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader
  4. Graph Anosognosia: Ketika Trader Tidak Tahu Bahwa Mereka Tidak Tahu
  5. Dividen Reinvestment Plan (DRIP): Cara Cerdas Meningkatkan Return Investasi
  6. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  7. Factor Investing: Pendekatan Sistematis untuk Mendapatkan Kelebihan Return
  8. Drawdown Duration: Indikator Pemulihan yang Sering Terlupakan
  9. 2P Reserve: Kunci Menilai Nilai Sesungguhnya Saham Migas
  10. Hubungan Market Cap dengan Risiko dan Likuiditas: Panduan Memilih Saham yang Tepat

TradingView Chart - PNGO