Update: Senin, 5 Oktober 2026

PNGO

PT. AEP Pinago Plantations Tbk.

Rp 3.340
-1.47%
Volume
122 lot
MA 5
3.496
MA 20
3.526
RSI
48.00
High
3.550
Low
3.300
Nilai
25/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.75%
Support (10d)
3.280
Resistance (10d)
3.700
Volume Trend (10d)
+54.1%
Score
25
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-4.30 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (48.0)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PNGO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 48.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.75%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.280, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.700.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 3.116 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio EBITDAR: Mengukur Kinerja Perusahaan di Sektor Sewa dan Restrukturisasi

Dalam dunia analisis saham, sebagian besar investor sudah familiar dengan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization). Namun, ada varian yang lebih jarang dibahas tetapi sangat berguna untuk sektor-sektor tertentu: EBITDAR (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, Amortization, and Rent/Restructuring Costs). EBITDAR menghilangkan beban sewa (rent) dari perhitungan laba, memberikan pandangan yang lebih bersih tentang kinerja operasional perusahaan—terutama bagi mereka yang memiliki biaya sewa yang signifikan. Artikel ini akan membahas apa itu EBITDAR, mengapa penting, kapan menggunakannya, serta perbedaannya dengan EBITDA dan metrik lainnya. 1. Apa Itu EBITDAR? EBITDAR adalah singkatan dari Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, Amortization, and Rent (atau kadang Restructuring Costs, tergantung konteks). Dalam artikel ini, kita akan fokus pada Rent (biaya sewa), karena itu penggunaan yang paling umum. Rumus EBITDAR (dari...

Artikel menarik lainnya:

  1. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  2. Marubozu (Bullish & Bearish): Candlestik Tanpa Bayangan yang Menunjukkan Kekuatan Ekstrem
  3. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  4. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik
  5. Rasio FCF to Equity (FCFE): Uang Tunai yang Benar-Benar Bisa Diterima Pemegang Saham
  6. Market Risk Premium: Harga yang Harus Dibayar untuk Keberanian Memegang Saham
  7. Stick Sandwich: Pola Roti Lapis yang Menandakan Pembalikan Harga
  8. Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung
  9. Menggunakan Correlation Matrix untuk Membangun Portofolio Saham yang Tangguh
  10. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace

TradingView Chart - PNGO