Update: Senin, 6 Juli 2026

KRYA

PT. Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk.

Rp 56
+3.70%
Volume
695.161 lot
MA 5
53
MA 20
56
RSI
42.86
High
62
Low
54
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.24%
Support (10d)
50
Resistance (10d)
62
Volume Trend (10d)
-45.9%
Score
70
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-12.50 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (42.9)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 20.051 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KRYA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 42.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.24%. Area support terdekat berada di sekitar Rp50, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp62.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 57 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 62 - 64 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 52 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang mungkin terlihat rumit pada pandangan pertama – banyak garis, warna-warni, dan area seperti awan. Indikator itu adalah Ichimoku Kinko Hyo, atau yang lebih dikenal sebagai Ichimoku Cloud. Ichimoku dikembangkan oleh Goichi Hosoda, seorang jurnalis Jepang, pada akhir tahun 1930-an. Nama "Ichimoku Kinko Hyo" secara harfiah berarti "grafik keseimbangan satu pandang" – artinya, dengan satu pandangan (sekali lihat), seorang trader seharusnya sudah bisa menilai apakah suatu saham layak dibeli, dijual, atau dihindari. Meskipun terlihat kompleks, Ichimoku sebenarnya adalah sistem indikator yang sangat terstruktur. Ia menggabungkan beberapa elemen analisis teknikal ke dalam satu tampilan: moving average, support/resistance, momentum, dan trailing stop. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Ichimoku Kinko Hyo, mulai dari komponen-komponennya, cara perhitungan, interpretasi awan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya
  2. Efek Ilusi Kontrol: Ketika Anda Berpikir Grafik Dapat Mengendalikan Pasar
  3. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  4. Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi
  5. Mengendalikan Emosi saat Pasar Crash: Tetap Hidup saat Semua Orang Panik
  6. Analisis EBITDA: Senjata Ampuh yang Juga Bisa Menyesatkan
  7. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  8. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  9. Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka
  10. Rasio Price to Sales (P/S): Penyelamat Saat Perusahaan Rugi

TradingView Chart - KRYA