Update: Senin, 12 Oktober 2026

SIDO

PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.

Rp 352
-0.56%
Volume
172.535 lot
MA 5
353
MA 20
351
RSI
50.00
High
356
Low
348
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
0.68%
Support (10d)
344
Resistance (10d)
356
Volume Trend (10d)
-32.2%
Score
55
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-1.68 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -30.478 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SIDO saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.68%. Area support terdekat berada di sekitar Rp344, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp356.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 356 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 392, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 344 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti

Dalam analisis teknikal, volume adalah salah satu alat paling penting untuk mengonfirmasi pergerakan harga. Secara umum, volume yang tinggi seharusnya mendukung pergerakan harga yang kuat. Namun, ada kondisi yang justru sebaliknya: volume sangat besar tetapi harga hampir tidak bergerak atau berhenti sama sekali. Kondisi ini dikenal sebagai Stopping Volume. Istilah ini dipopulerkan oleh Richard Wyckoff, salah satu analis teknikal paling berpengaruh di awal abad ke-20. Stopping volume adalah salah satu konsep kunci dalam metodologi Wyckoff untuk mengidentifikasi titik-titik di mana tren sedang kehabisan tenaga dan akan berbalik arah. Karakteristik Stopping Volume Stopping volume adalah kondisi pasar yang sangat spesifik, di mana terjadi lonjakan volume perdagangan yang signifikan namun harga hanya bergerak dalam rentang yang sangat sempit atau bahkan tidak bergerak sama sekali. Ciri-ciri spesifiknya...

Artikel menarik lainnya:

  1. Average Down dan Average Up: Kapan Strategi Ini Tepat Digunakan?
  2. All Weather Portfolio: Solusi Investasi Sepanjang Musim untuk Investor Pasif
  3. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  4. Smart Beta: Jembatan antara Index Pasif dan Faktor Aktif
  5. Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover
  6. Mitos Saham yang Sering Salah: Jangan Terjebak!
  7. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati
  8. Ketika Keajaiban Menjadi Bencana: Memahami Rasio Extraordinary Items terhadap Laba
  9. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  10. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish

TradingView Chart - SIDO