Update: Kamis, 20 Agustus 2026

LEAD

PT. Logindo Samudramakmur Tbk.

Rp 111
+0.91%
Volume
151.392 lot
MA 5
109
MA 20
108
RSI
57.78
High
113
Low
110
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.49%
Support (10d)
103
Resistance (10d)
116
Volume Trend (10d)
-62.6%
Score
70
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
12.12 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (57.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -4.504 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LEAD saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 57.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.49%. Area support terdekat berada di sekitar Rp103, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp116.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 113 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 122 - 128 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 103 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun

Anda membeli saham di harga 1.000 rupiah. Sekarang harganya 600 rupiah. Anda sudah rugi 40 persen. Logika berkata: "Saya harus mengevaluasi apakah saham ini masih bagus. Jika fundamentalnya rusak, lebih baik jual. Jika masih bagus, bisa tahan atau bahkan tambah." Tapi suara lain di kepala Anda berkata: "Saya sudah rugi 40 persen. Tidak mungkin saya jual sekarang. Saya tunggu sampai kembali ke 1.000, baru saya jual. Saya tidak mau rugi." Suara kedua itu adalah sunk cost fallacy—kekeliruan berpikir di mana Anda membiarkan biaya yang sudah tidak dapat kembali (sunk cost) mempengaruhi keputusan Anda saat ini dan di masa depan. Dalam bahasa sederhana: Anda menahan saham yang seharusnya dijual hanya karena Anda sudah terlanjur rugi besar. Ini adalah salah satu jebakan psikologis paling merusak dalam investasi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  2. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  3. Social Media Detox Selama Trading: Mengapa Grup WA dan Telegram Bisa Menghancurkan Akun Anda
  4. Valuasi Saham Perkebunan dengan Harga CPO: Mengikuti Irama Komoditas
  5. Efek Ilusi Kontrol: Ketika Anda Berpikir Grafik Dapat Mengendalikan Pasar
  6. Unlevered Beta vs Levered Beta: Memisahkan Risiko Bisnis dari Risiko Utang
  7. Mengukur Amarah dan Keserakahan Pasar: Memahami CNN Fear & Greed Index
  8. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  9. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  10. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing

TradingView Chart - LEAD