Update: Senin, 5 Oktober 2026

LEAD

PT. Logindo Samudramakmur Tbk.

Rp 92
0.00%
Volume
82.314 lot
MA 5
93
MA 20
103
RSI
24.14
High
95
Low
91
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.22%
Support (10d)
89
Resistance (10d)
110
Volume Trend (10d)
-67.5%
Score
55
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-14.02 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (24.1) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 15.221 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LEAD saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 24.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.22%. Area support terdekat berada di sekitar Rp89, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp110.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 110 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 121, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 89 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Economic Value Added (EVA): Apakah Perusahaan Benar-benar Ciptakan Nilai?

Sebagai investor saham, Anda mungkin terbiasa melihat laba bersih atau Earnings per Share (EPS) sebagai tolok ukur keberhasilan perusahaan. Jika laba naik, Anda menganggap perusahaan sedang baik-baik saja. Namun, ada kelemahan besar dari laba akuntansi: ia mengabaikan biaya modal. Bayangkan sebuah perusahaan mencatat laba Rp 100 miliar. Terlihat hebat, bukan? Tapi bagaimana jika untuk menghasilkan laba itu, perusahaan menggunakan total modal (utang + ekuitas) sebesar Rp 2 triliun dengan biaya modal rata-rata 10%? Artinya, biaya modalnya adalah Rp 200 miliar. Secara akuntansi untung Rp 100 miliar, namun secara ekonomi perusahaan justru merugi Rp 100 miliar karena tidak mampu menutupi biaya modal. Inilah celah yang dijawab oleh Economic Value Added (EVA) – metrik yang diciptakan oleh firma konsultan Stern Stewart & Co. EVA mengukur kelebihan laba...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  2. Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi
  3. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun
  4. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor
  5. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  6. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?
  7. Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI
  8. Rasio FCF to Equity (FCFE): Uang Tunai yang Benar-Benar Bisa Diterima Pemegang Saham
  9. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  10. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover

TradingView Chart - LEAD