Update: Selasa, 18 Agustus 2026

ARKO

PT. Arkora Hydro Tbk.

Rp 5.200
-3.70%
Volume
29.700 lot
MA 5
5.265
MA 20
4.995
RSI
60.75
High
5.625
Low
5.200
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.18%
Support (10d)
4.490
Resistance (10d)
5.625
Volume Trend (10d)
+2.6%
Score
80
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
9.70 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.8)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.093 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ARKO saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.18%. Area support terdekat berada di sekitar Rp4.490, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp5.625.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 5.200 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 5.980 - 6.500 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 4.940 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham

Seorang investor membeli saham sebuah perusahaan tambang yang sedang naik daun. Harga saham naik 40% dalam enam bulan. Ia senang. Namun ketika laporan keuangan kuartal berikutnya keluar, harga saham malah turun meskipun laba perusahaan naik. Ia bingung. Setelah diselidiki, ternyata perusahaan memiliki waran (warrant) yang melekat pada obligasi yang diterbitkan dua tahun lalu. Kini harga saham sudah di atas harga eksekusi waran, dan pemegang waran mulai mengkonversi waran mereka menjadi saham biasa. Jumlah saham beredar membengkak. Laba per saham (EPS) terdilusi. Harga saham pun turun untuk mencerminkan kepemilikan yang semakin encer. Investor itu terlambat menyadari: ia tidak membaca catatan tentang waran di laporan keuangan. Ia adalah korban dilusi tersembunyi. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang waran (warrant), bagaimana menganalisis dampaknya terhadap dilusi, cara menghitung...

Artikel menarik lainnya:

  1. Investment Yield Asuransi: Senjata Rahasia di Balik Laba Emiten
  2. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  3. Smart Beta: Jembatan antara Index Pasif dan Faktor Aktif
  4. Psikologi Saham: Fear of Missing Out (FOMO) – Ketika Emosi Mengalahkan Logika
  5. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  6. Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia
  7. Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh
  8. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  9. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  10. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam

TradingView Chart - ARKO