Update: Rabu, 10 Juni 2026

ARKO

PT. Arkora Hydro Tbk.

Rp 4.870
+6.10%
Volume
51.194 lot
MA 5
4.522
MA 20
6.381
RSI
31.02
High
5.000
Low
4.310
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
7.64%
Support (10d)
3.690
Resistance (10d)
6.550
Volume Trend (10d)
+26.3%
Score
35
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-58.38 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (31.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.243 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ARKO saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 31.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 7.64%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.690, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp6.550.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 3.506 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya

Dalam dunia investasi saham, utang adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, utang bisa mempercepat ekspansi dan meningkatkan return bagi pemegang saham (efek leverage). Di sisi lain, utang yang berlebihan bisa menjadi batu sandungan yang mengahancurkan perusahaan saat ekonomi memburuk. Pertanyaan kritis bagi investor adalah: Seberapa besar utang perusahaan dibandingkan dengan kemampuannya menghasilkan laba? Jawabannya terletak pada rasio Net Debt to EBITDA. Rasio ini adalah salah satu metrik paling populer di kalangan analis kredit, manajer investasi, dan investor value untuk menilai beban utang sebuah perusahaan secara lebih realistis. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio Net Debt to EBITDA, bagaimana menghitungnya, menginterpretasikannya, serta kelebihan dan keterbatasannya dalam analisis saham. Apa Itu Net Debt to EBITDA? Net Debt to EBITDA adalah rasio yang mengukur berapa...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor
  2. Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan
  3. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  4. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  5. Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan
  6. Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi
  7. Rasio Biaya Medis: Barometer Kesehatan Underwriting Asuransi Kesehatan
  8. Current Ratio: Ukur Likuiditas Perusahaan
  9. Beneish M-Score: Alat Deteksi Dini Manipulasi Laporan Keuangan
  10. Analisis DuPont 3 Langkah: Membongkar Rahasia ROE untuk Menilai Saham Lebih Cerdas

TradingView Chart - ARKO