Update: Senin, 12 Oktober 2026

SRSN

PT. Indo Acidatama Tbk

Rp 122
-10.29%
Volume
2.039.382 lot
MA 5
135
MA 20
127
RSI
45.78
High
138
Low
121
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.92%
Support (10d)
112
Resistance (10d)
150
Volume Trend (10d)
-38.7%
Score
70
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
31.18 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (45.8)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 59.918 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SRSN saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 45.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.92%. Area support terdekat berada di sekitar Rp112, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp150.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 124 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 134 - 140 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 113 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional

Dalam perdagangan saham menggunakan dana pinjaman, ada satu momen yang paling ditakuti oleh setiap trader: munculnya notifikasi margin call. Ini adalah peringatan dari perusahaan sekuritas bahwa nilai aset jaminan Anda sudah tidak cukup untuk menutupi pinjaman yang diberikan. Margin call bukanlah akhir dari segalanya. Namun, reaksi terhadap margin call-lah yang seringkali menentukan apakah seorang trader akan bangkit kembali atau justru tersingkir dari pasar untuk selamanya. Memahami Mekanisme Margin Call Sebelum membahas reaksi, penting untuk memahami mengapa margin call terjadi. Ketika Anda membeli saham secara margin, Anda meminjam dana dari broker dengan menggunakan saham yang dibeli sebagai jaminan. Setiap broker memiliki ketentuan maintenance margin, biasanya sekitar 30 hingga 40 persen dari total nilai pembelian. Jika harga saham turun drastis, nilai jaminan Anda ikut turun. Ketika rasio...

Artikel menarik lainnya:

  1. NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank
  2. PBV Kurang dari 1: Peluang Emas atau Jebakan Berbahaya?
  3. Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan
  4. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  5. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  6. LBO (Leveraged Buyout) Valuation: Menilai Saham dari Perspektif Pembeli dengan Utang Besar
  7. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  8. Metode Equal Weight: Strategi Sederhana untuk Pemula dalam Alokasi Saham
  9. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  10. Apa Itu PBV (Price to Book Value)? Panduan Mudah untuk Pemula

TradingView Chart - SRSN