Update: Senin, 5 Oktober 2026

SRSN

PT. Indo Acidatama Tbk

Rp 143
+8.33%
Volume
5.561.579 lot
MA 5
133
MA 20
118
RSI
68.37
High
148
Low
132
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
5.63%
Support (10d)
112
Resistance (10d)
148
Volume Trend (10d)
+29.7%
Score
100
Win Rate (30d)
56.67 %
P/L (30d)
101.41 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (68.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 126.936 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SRSN saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 68.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.63%. Area support terdekat berada di sekitar Rp112, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp148.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 143 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 164 - 179 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 136 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?

Saat memutuskan untuk terjun ke pasar modal, setiap investor akan menghadapi pertanyaan mendasar: Apakah lebih baik membeli saham perusahaan secara langsung (saham individual) atau membeli kumpulan saham dalam satu produk ETF (Exchange Traded Fund)? Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, ketika kita membedahnya secara khusus dari sisi biaya dan risiko, perbedaannya cukup mencolok. Artikel ini akan membantu Anda memilih pendekatan yang paling sesuai dengan profil dan tujuan investasi Anda. Definisi Singkat Saham Individual: Membeli kepemilikan langsung di satu perusahaan tertentu, misalnya saham BBCA (Bank Central Asia) atau TLKM (Telkom Indonesia). ETF: Membeli satu unit yang mewakili keranjang berisi puluhan hingga ribuan saham sekaligus, misalnya ETF yang melacak indeks LQ45 atau S&P 500. Perbandingan dari Sisi Biaya Biaya Transaksi Jenis Biaya Saham Individual ETF Biaya beli/jual...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI
  2. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  3. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham
  4. Receivable Turnover: Mengungkap Bahaya Piutang Macet di Balik Laporan Keuangan
  5. Membaca "Tanda Tangan" Kecurangan: Analisis Fraud Detection dari Laporan Laba Rugi
  6. Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional
  7. Separating Lines: Garis Pemisah yang Justru Menegaskan Tren
  8. Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur
  9. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  10. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka

TradingView Chart - SRSN