Update: Jumat, 5 Juni 2026

ECII

PT. Electronic City Indonesia Tbk.

Rp 121
-9.70%
Volume
5.821 lot
MA 5
140
MA 20
164
RSI
4.92
High
139
Low
121
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.07%
Support (10d)
121
Resistance (10d)
176
Volume Trend (10d)
-28.0%
Score
60
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-33.52 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (4.9) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 250 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ECII saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 4.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.07%. Area support terdekat berada di sekitar Rp121, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp176.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 123 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 133 - 139 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 113 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator momentum yang paling populer dan paling sering digunakan oleh trader di seluruh dunia setelah Moving Average, yaitu RSI (Relative Strength Index). RSI dikembangkan oleh Welles Wilder, pencipta indikator terkenal lainnya seperti ADX dan Parabolic SAR. RSI dirancang untuk mengukur kecepatan dan perubahan pergerakan harga, membantu trader mengidentifikasi kondisi overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual), serta potensi pembalikan harga melalui divergence. RSI adalah indikator yang sangat serbaguna. Namun, banyak trader hanya menggunakan RSI untuk melihat overbought/oversold – padahal RSI memiliki kemampuan yang jauh lebih dalam: divergence, hidden divergence, dan bahkan analisis support/resistance pada garis RSI itu sendiri. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang RSI, mulai dari cara perhitungan, interpretasi dasar (overbought/oversold), divergence klasik, hidden divergence (yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Regret Aversion: Ketika Ketakutan Akan Penyesalan Melumpuhkan Keputusan Investasi Anda
  2. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  3. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  4. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  5. Menentukan Stop Loss dan Take Profit yang Realistis: Seni Melindungi Modal dan Mengamankan Keuntungan
  6. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  7. Rasio LTV/CAC: Ukuran Paling Jujur Kesehatan Saham Digital
  8. Rasio Effective Tax Rate: Deteksi Manipulasi Laba dan Keunggulan Pajak Tersembunyi
  9. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah
  10. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga

TradingView Chart - ECII