Update: Jumat, 23 Oktober 2026

LMPI

PT. Langgeng Makmur Industri Tbk.

Rp 150
+0.67%
Volume
315 lot
MA 5
140
MA 20
151
RSI
44.12
High
150
Low
146
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.33%
Support (10d)
120
Resistance (10d)
165
Volume Trend (10d)
+35.8%
Score
40
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
-5.66 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (44.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LMPI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.33%. Area support terdekat berada di sekitar Rp120, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp165.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 120, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Strategi Barbell: Keseimbangan Ekstrem untuk Hasil Optimal

Dalam dunia investasi, kita sering mendengar nasihat klasik: "Jangan terlalu agresif, jangan terlalu konservatif. Ambil posisi moderat." Namun, ada strategi yang justru menolak jalan tengah tersebut. Namanya Strategi Barbell. Terinspirasi dari bentuk barbel (angkat beban) yang memiliki dua ujung berat dan batang tipis di tengah, strategi ini mengalokasikan portofolio secara ekstrem: sebagian besar di aset super aman, sebagian kecil di aset super berisiko — dan hampir tidak ada di kelas menengah. Pendekatan ini dipopulerkan oleh penulis dan mantan trader bernama Nassim Taleb (karya terkenalnya: The Black Swan). Taleb berargumen bahwa kelas menengah (misalnya saham blue chip biasa atau obligasi korporasi menengah) justru paling berbahaya karena memberi ilusi keamanan tetapi tetap bisa hancur saat krisis. Apa Itu Strategi Barbell? Secara sederhana, strategi barbell membagi portofolio menjadi...

Artikel menarik lainnya:

  1. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  2. Rasio Price to Sales (P/S): Penyelamat Saat Perusahaan Rugi
  3. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold
  4. Analisis Depresiasi dan Amortisasi: Kunci Membaca Kualitas Laba dan Valuasi Saham
  5. Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok
  6. Cost of Equity dengan CAPM: Berapa Imbal Hasil yang Wajar Anda Tuntut?
  7. Dividen dalam Bentuk Lembar Saham: Memahami Rasio Distribusi Saham Bonus
  8. ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar
  9. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham
  10. Value Averaging (VA): Strategi Cerdas Memaksimalkan Keuntungan Saat Pasar Turun

TradingView Chart - LMPI