Update: Jumat, 22 Mei 2026

LPPF

PT. Matahari Department Store Tbk.

Rp 1.595
-0.62%
Volume
23.441 lot
MA 5
1.608
MA 20
1.659
RSI
45.45
High
1.605
Low
1.550

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.42%
Support (10d)
1.550
Resistance (10d)
1.660
Volume Trend (10d)
-69.5%
Score
35
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-14.48 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (45.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2.255 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LPPF saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 45.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.42%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.550, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.660.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.473 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Stress Testing Portofolio pada Skenario Crash: Apakah Anda Siap Menghadapi Hari Terburuk?

Setiap investor saham percaya bahwa mereka siap menghadapi pasar yang turun. Namun kenyataannya, ketika crash benar-benar terjadi—IHSG jatuh 10% dalam sehari, atau 30% dalam sebulan—banyak yang panik dan menjual di titik terendah. Mengapa? Karena mereka tidak pernah secara sungguh-sungguh menguji bagaimana portofolio mereka akan berperilaku dalam skenario terburuk. Stress testing adalah proses simulasi untuk menjawab pertanyaan kritis: "Apa yang terjadi pada portofolio saya jika terjadi krisis seperti tahun 2008, 2013, atau 2020?" Artikel ini akan memandu Anda melakukan stress test sederhana namun efektif untuk portofolio saham Anda. Apa Itu Stress Testing Portofolio? Stress testing adalah teknik manajemen risiko yang mensimulasikan kinerja portofolio Anda di bawah kondisi pasar yang ekstrem namun masuk akal (plausible). Bedanya dengan sekadar menghitung Value at Risk (VaR) yang berbasis statistik normal:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  2. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  3. Jembatan antara Utang dan Ekuitas: Memahami Rasio Konversi Obligasi Konversi
  4. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  5. On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan
  6. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish
  7. Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI
  8. Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi
  9. Order Book: Jendela Pendapatan Masa Depan Perusahaan
  10. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis

TradingView Chart - LPPF