Update: Jumat, 22 Mei 2026

SOLA

PT. Xolare RCR Energy Tbk.

Rp 111
+0.91%
Volume
47.071 lot
MA 5
116
MA 20
123
RSI
23.08
High
111
Low
101

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.72%
Support (10d)
101
Resistance (10d)
130
Volume Trend (10d)
-82.5%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-11.20 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (23.1) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2.382 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SOLA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 23.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.72%. Area support terdekat berada di sekitar Rp101, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp130.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 130 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 143, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 101 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menentukan Risk per Trade: Aturan Emas 1-2% yang Melindungi Modal Anda

Seorang trader memiliki modal Rp100 juta. Ia yakin sekali dengan analisisnya pada sebuah saham. Ia pun "all in" — seluruh modalnya ia masukkan ke saham tersebut. Tiba-tiba, berita buruk datang. Saham itu turun 20% dalam sehari. Trader tersebut kehilangan Rp20 juta dalam hitungan jam. Ia panik, tidak bisa tidur, dan mengambil keputusan impulsif yang memperparah keadaannya. Trader lain dengan modal yang sama hanya mengambil risiko 2% per trade. Ia hanya mempertaruhkan Rp2 juta dalam satu posisi. Ketika sahamnya turun 20%, kerugiannya hanya Rp400.000 (karena posisinya kecil). Ia tetap tenang, bisa berpikir jernih, dan melanjutkan trading di hari berikutnya. Dua trader, modal sama, analisis sama, tetapi hasil jangka panjangnya akan sangat berbeda. Yang membedakan bukanlah kemampuan analisis, tetapi manajemen risiko, khususnya aturan risk per trade. Artikel...

Artikel menarik lainnya:

  1. Separating Lines: Garis Pemisah yang Justru Menegaskan Tren
  2. Over-trading karena Nafsu Balas Dendam: Saat Emosi Menghancurkan Akun Trading
  3. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  4. CAR (Capital Adequacy Ratio): Benteng Pertahanan Kesehatan Bank
  5. Southern Doji: Doji Setelah Long Black Candle sebagai Sinyal Potensi Bottom
  6. Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui
  7. Rasio Likuiditas Cepat (Acid Test Ratio): Detektor Kebenaran Kemampuan Bayar Utang Perusahaan
  8. Efek Diderot di Portofolio Saham: Ketika Satu Perubahan Memicu Rantai Keputusan Buruk
  9. Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa
  10. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar

TradingView Chart - SOLA