Update: Jumat, 5 Juni 2026

MBMA

PT. Merdeka Battery Materials Tbk.

Rp 434
+0.46%
Volume
1.862.441 lot
MA 5
452
MA 20
531
RSI
19.93
High
454
Low
430
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.97%
Support (10d)
398
Resistance (10d)
510
Volume Trend (10d)
+22.4%
Score
60
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-42.52 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (19.9) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 104.055 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MBMA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 19.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.97%. Area support terdekat berada di sekitar Rp398, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp510.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 443 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 477 - 499 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 404 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Overthinking vs Underthinking: Dua Ekstrem yang Sama-sama Berbahaya dalam Investasi Saham

Ada dua jenis investor yang sama-sama sering mengalami kerugian, tetapi dengan alasan yang bertolak belakang. Yang pertama adalah overthinker. Ia menghabiskan berminggu-minggu untuk menganalisis satu saham. Ia membaca puluhan laporan, membandingkan rasio keuangan hingga desimal ketiga, dan membuat proyeksi dengan skenario yang sangat rumit. Namun ketika saatnya bertindak, ia selalu ragu. Peluang lewat. Harga naik tanpa dirinya. Atau ketika ia akhirnya membeli, ia justru membeli di puncak karena terlalu banyak informasi yang membingungkannya. Yang kedua adalah underthinker. Ia membeli saham berdasarkan "firasat", rekomendasi teman, atau karena melihat harga naik dalam seminggu terakhir. Ia tidak pernah membaca laporan keuangan. Ia tidak tahu apa itu PER atau ROE. Baginya, saham adalah permainan keberuntungan. Akibatnya, ia sering membeli saham-sampah (junk stocks) dengan fundamental buruk, dan rugi besar ketika...

Artikel menarik lainnya:

  1. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace
  2. Apa Itu Lot Saham dan Minimum Trading Saham? Panduan Dasar untuk Investor Pemula
  3. Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band
  4. Strategi Barbell: Keseimbangan Ekstrem untuk Hasil Optimal
  5. Rasio Pengeluaran Riset & Pengembangan (R&D): Mengukur Masa Depan di Balik Beban Akuntansi
  6. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham
  7. Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud
  8. Rasio Biaya Medis: Barometer Kesehatan Underwriting Asuransi Kesehatan
  9. Mengenal Awesome Oscillator (AO): Twin Peaks, Saucer, dan Zero Line Crossing
  10. Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa

TradingView Chart - MBMA