Update: Senin, 5 Oktober 2026

KETR

PT. Ketrosden Triasmitra Tbk.

Rp 930
-0.53%
Volume
627.917 lot
MA 5
956
MA 20
948
RSI
52.87
High
960
Low
905
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.06%
Support (10d)
870
Resistance (10d)
1.050
Volume Trend (10d)
-18.0%
Score
55
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
31.91 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -4.457 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KETR saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.06%. Area support terdekat berada di sekitar Rp870, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.050.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 1.050 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 1.155, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 870 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda

Kita sering mendengar nasihat klasik: “Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.” Nasihat itu benar adanya. Namun, seperti halnya dalam banyak aspek kehidupan, terlalu banyak hal yang baik justru bisa menjadi bumerang. Diversifikasi berlebihan, atau yang sering disebut diworsification, adalah jebakan halus yang banyak dialami investor pemula maupun menengah. Mereka berpikir bahwa semakin banyak saham yang dimiliki, semakin aman portofolionya. Padahal, di luar titik tertentu, menambah jumlah saham justru merusak potensi return tanpa memberikan perlindungan tambahan yang berarti. Artikel ini akan mengupas mengapa diversifikasi yang dilakukan secara berlebihan justru merugikan, serta bagaimana menemukan titik optimalnya. Apa Itu Diversifikasi Berlebihan? Diversifikasi berlebihan terjadi ketika seorang investor menambahkan terlalu banyak saham atau instrumen ke dalam portofolio sehingga keuntungan dari pengurangan risiko menjadi sangat kecil (mendekati nol), tetapi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Perbedaan Trading Saham Reguler vs Cash Market: Panduan Lengkap untuk Pemula
  2. Mengenal Pola Tweezer Top: Sinyal Pembalik Harga yang Harus Diketahui Trader Saham
  3. Q Ratio dalam Merger dan Akuisisi: Alat Strategis Menilai Target
  4. Rasio Burn Rate: Detak Jantung Keuangan Startup Sebelum Tumbang
  5. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  6. Bahaya Overtrading Akibat Boredom: Ketika Pasar Sepi, Trader Membuat Kesalahan Sendiri
  7. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  8. Mengukur Amarah dan Keserakahan Pasar: Memahami CNN Fear & Greed Index
  9. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  10. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas

TradingView Chart - KETR