Update: Senin, 6 Juli 2026

MCOL

PT. Prima Andalan Mandiri Tbk.

Rp 3.890
-0.51%
Volume
11 lot
MA 5
3.838
MA 20
3.725
RSI
66.20
High
3.890
Low
3.890
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.15%
Support (10d)
3.770
Resistance (10d)
3.990
Volume Trend (10d)
-77.5%
Score
70
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-4.89 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (66.2)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -8 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MCOL saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 66.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.15%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.770, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.990.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 3.968 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 4.279 - 4.474 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 3.618 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham

Seorang investor sedang membandingkan dua perusahaan farmasi. Keduanya memiliki ukuran dan pendapatan yang hampir sama. Perusahaan A melaporkan laba bersih Rp5 triliun. Perusahaan B hanya Rp3 triliun. "Jelas Perusahaan A lebih menguntungkan," pikir si investor, lalu ia membeli saham Perusahaan A. Namun setahun kemudian, Perusahaan A harus melakukan write-off besar-besaran karena proyek R&D yang dikapitalisasi selama bertahun-tahun ternyata gagal. Laba Perusahaan A anjlok, sementara Perusahaan B tetap stabil. Si investor baru sadar: Perbedaan laba yang dilaporkan bukan karena kinerja operasional berbeda, tetapi karena perbedaan perlakuan akuntansi terhadap R&D. Perusahaan A mengkapitalisasi R&D (mencatatnya sebagai aset di neraca), sehingga beban tahunan lebih kecil dan laba lebih tinggi. Perusahaan B membebankan seluruh R&D langsung (expensed), sehingga laba lebih rendah tetapi lebih konservatif. Artikel ini akan membahas secara...

Artikel menarik lainnya:

  1. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace
  2. Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham
  3. Combined Ratio: Tolok Ukur Sejati Profitabilitas Asuransi Umum
  4. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  5. Ketika Pasar Menjadi Narkoba: Saham dan Gangguan Kecanduan Dopamin
  6. 2P Reserve: Kunci Menilai Nilai Sesungguhnya Saham Migas
  7. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  8. Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order
  9. Strategi Martingale di Saham: Bunuh Diri Finansial yang Berkedok Peluang
  10. Valuasi Perusahaan dengan Multiple Segment: Seni Membongkar Nilai di Balik Konglomerat

TradingView Chart - MCOL