Update: Jumat, 5 Juni 2026

MCOL

PT. Prima Andalan Mandiri Tbk.

Rp 3.550
-1.39%
Volume
894 lot
MA 5
3.574
MA 20
3.831
RSI
30.43
High
3.600
Low
3.150
Nilai
15/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.51%
Support (10d)
3.150
Resistance (10d)
4.190
Volume Trend (10d)
+131.3%
Score
15
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-14.66 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (30.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -40 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MCOL saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 30.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.51%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.150, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.190.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 2.993 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Final: Fundamental vs Harga Pasar – Ketika Realitas Bertemu Persepsi

Dalam perjalanan berinvestasi di pasar saham, setiap investor pada akhirnya akan menghadapi satu pertanyaan besar yang tak pernah usang: Mengapa harga saham bisa berbeda jauh dari nilai fundamental perusahaan? Ada kalanya saham dengan laba hancur justru melambung, sementara saham dengan kinerja cemerlang terpuruk. Ada masa ketika seluruh analisis fundamental menunjukkan sinyal beli yang kuat, namun harga terus turun. Dan sebaliknya, ketika semua indikator sudah merah (overvalued), pasar tetap bullish selama bertahun-tahun. Artikel ini adalah analisis final yang merangkum seluruh perdebatan klasik antara fundamental (nilai intrinsik perusahaan) dan harga pasar (apa yang bersedia dibayar oleh publik). Kita akan membahas mengapa keduanya kerap tidak sinkron, siapa yang "benar" dalam jangka panjang, dan bagaimana investor cerdas memanfaatkan kesenjangan ini. Dua Dunia yang Berbeda Pada dasarnya, fundamental dan harga...

Artikel menarik lainnya:

  1. Value Averaging (VA): Strategi Cerdas Memaksimalkan Keuntungan Saat Pasar Turun
  2. Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales): Ukuran Terbaik untuk Saham yang Belum Untung
  3. Take Rate: Kunci Monetisasi yang Menentukan Valuasi Saham Digital
  4. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  5. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish
  6. Analisis SOTP (Sum of The Parts): Membongkar Nilai Tersembunyi di Perusahaan Konglomerasi
  7. Mengendalikan Emosi saat Pasar Crash: Tetap Hidup saat Semua Orang Panik
  8. Waktu Trading: Pre-opening, Regular, Pre-closing – Panduan Lengkap untuk Pemula
  9. Analisis Minority Interest: Jangan Keliru Menilai Kepemilikan Laba dalam Laporan Keuangan
  10. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu

TradingView Chart - MCOL