Update: Senin, 6 Juli 2026

MDKI

PT. Emdeki Utama Tbk.

Rp 178
+0.56%
Volume
70 lot
MA 5
178
MA 20
179
RSI
45.45
High
180
Low
177
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.00%
Support (10d)
170
Resistance (10d)
185
Volume Trend (10d)
-62.6%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-5.32 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (45.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 128 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MDKI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 45.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.00%. Area support terdekat berada di sekitar Rp170, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp185.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 185 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 204, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 170 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio

Dalam dunia investasi saham, ada satu strategi yang terdengar sangat masuk akal: ketika harga saham turun, mengapa tidak membeli lebih banyak? Dengan begitu, rata-rata harga beli Anda menjadi lebih rendah. Ketika harga kembali naik, Anda akan untung lebih cepat. Strategi ini disebut averaging down. Pada saham-saham berfundamental bagus yang hanya mengalami koreksi sementara, averaging down bisa menjadi strategi yang cerdas. Namun pada saham dengan fundamental yang rusak, averaging down bukanlah strategi. Ia adalah jalan pintas menuju kehancuran. Banyak investor pemula yang terjebak dalam perangkap ini. Mereka melihat harga saham turun 30 persen, berpikir "murah", lalu menambah posisi. Harga turun lagi 50 persen, mereka menambah lagi. Harga turun 80 persen, mereka panik, tetapi sudah terlalu dalam untuk keluar. Mereka tidak menyadari bahwa yang mereka beli bukanlah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Apa Itu PBV (Price to Book Value)? Panduan Mudah untuk Pemula
  2. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  3. Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional: Mana yang Cocok untuk Anda?
  4. Rasio Effective Tax Rate: Deteksi Manipulasi Laba dan Keunggulan Pajak Tersembunyi
  5. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
  6. Gann Grid – Kotak Geometris yang Memetakan Waktu dan Harga
  7. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  8. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  9. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  10. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah

TradingView Chart - MDKI