Update: Senin, 5 Oktober 2026

BPFI

PT. Woori Finance Indonesia Tbk.

Rp 238
0.00%
Volume
139 lot
MA 5
238
MA 20
245
RSI
26.67
High
240
Low
232
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.94%
Support (10d)
222
Resistance (10d)
268
Volume Trend (10d)
+265.5%
Score
50
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-0.83 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (26.7) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -21 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BPFI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 26.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.94%. Area support terdekat berada di sekitar Rp222, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp268.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 222, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menggunakan Correlation Matrix untuk Membangun Portofolio Saham yang Tangguh

Setiap investor saham pasti pernah mendengar pepatah: "Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang." Diversifikasi adalah kunci untuk mengurangi risiko. Namun, tahukah Anda bahwa diversifikasi tidak cukup hanya dengan membeli banyak saham? Jika Anda memiliki 10 saham tetapi semuanya bergerak naik turun secara bersamaan, Anda sebenarnya tidak terdiversifikasi sama sekali. Di sinilah Correlation Matrix (matriks korelasi) menjadi alat yang sangat berharga. Apa Itu Korelasi dalam Saham? Korelasi mengukur seberapa erat hubungan pergerakan harga antara dua saham. Nilai korelasi berkisar antara -1 hingga +1. Nilai Korelasi Arti Contoh +1 Bergerak sempurna searah Dua saham bank besar di negara yang sama 0 Tidak ada hubungan Saham tambang vs saham ritel makanan -1 Bergerak berlawanan sempurna Jarang terjadi di saham, lebih umum di aset seperti emas vs dolar...

Artikel menarik lainnya:

  1. Accumulation/Distribution Line (A/D Line) – Mengukur Aliran Uang yang Sebenarnya
  2. Analisis Impairment Asset: Ancaman Pengeruk Laba yang Sering Terlupakan Investor
  3. Graph Anosognosia: Ketika Trader Tidak Tahu Bahwa Mereka Tidak Tahu
  4. Mengenal Pola Bullish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  5. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  6. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  7. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  8. Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa
  9. Current Ratio: Ukur Likuiditas Perusahaan
  10. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem

TradingView Chart - BPFI