Update: Jumat, 10 Juli 2026

MEJA

PT. Harta Djaya Karya Tbk.

Rp 85
0.00%
Volume
65.122 lot
MA 5
87
MA 20
85
RSI
55.00
High
87
Low
83
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
3.47%
Support (10d)
83
Resistance (10d)
99
Volume Trend (10d)
+4.4%
Score
55
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-12.37 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (55.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -428 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MEJA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 55.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.47%. Area support terdekat berada di sekitar Rp83, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp99.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 99 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 109, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 83 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

PER untuk Saham Siklikal: Mengapa Murah Bisa Menjebak dan Mahal Bisa Jadi Peluang

Dalam dunia investasi saham, kita sering mendengar pepatah: "Beli saat murah, jual saat mahal." Namun untuk saham siklikal – seperti otomotif, tambang, properti, dan komoditas – menerapkan pepatah ini secara terbalik justru bisa lebih menguntungkan. Mengapa? Karena laba perusahaan siklikal sangat fluktuatif mengikuti siklus ekonomi. Di puncak siklus (boom), laba melonjak tinggi sehingga PER terlihat sangat murah (4x-6x). Di lembah siklus (bust), laba anjlok atau bahkan rugi sehingga PER terlihat sangat mahal (20x-30x+ atau tidak terdefinisi). Investor pemula sering terjebak: membeli saat PER murah (di puncak siklus) lalu merugi saat siklus berbalik. Investor cerdas melakukan sebaliknya: membeli saat PER mahal (di lembah siklus) ketika prospek masih suram, dan menjual saat PER murah (di puncak siklus) ketika euforia pasar mencapai puncaknya. Artikel ini akan membahas secara...

Artikel menarik lainnya:

  1. Membangun Ketahanan Stres Melalui Simulasi: Latihan Mental Sebelum Terjun ke Pasar Saham
  2. Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas
  3. CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi
  4. Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi
  5. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  6. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  7. Psikologi Ketika Portofolio Naik 100%: Di Puncak Kemenangan, Bahaya Justru Mengintai
  8. Rasio Biaya Medis: Barometer Kesehatan Underwriting Asuransi Kesehatan
  9. Membaca Perubahan Sentimen Pasar dengan Sikap: Antara Mengikuti Arus dan Tetap Rasional
  10. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold

TradingView Chart - MEJA