Update: Senin, 6 Juli 2026

MEJA

PT. Harta Djaya Karya Tbk.

Rp 89
+3.49%
Volume
87.990 lot
MA 5
87
MA 20
83
RSI
53.85
High
89
Low
85
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.86%
Support (10d)
74
Resistance (10d)
99
Volume Trend (10d)
-11.1%
Score
100
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-8.25 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2.722 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MEJA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.86%. Area support terdekat berada di sekitar Rp74, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp99.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 89 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 102 - 111 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 85 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ketika Pasar Menjadi Narkoba: Saham dan Gangguan Kecanduan Dopamin

Dalam dunia medis, kecanduan identik dengan narkoba, alkohol, atau judi. Namun, tahukah Anda bahwa trading saham secara psikologis dapat memicu mekanisme kecanduan yang hampir sama persis? Banyak investor ritel yang tidak menyadari bahwa mereka tidak lagi berinvestasi secara rasional—melainkan sedang "mengejar dopamin". Gejalanya klasik: bolak-balik membuka aplikasi trading setiap beberapa menit, merasakan euforia saat harga naik, lalu frustrasi berat saat turun, namun tetap tidak bisa berhenti. Fenomena ini dikenal dalam neurosains sebagai dopamine-driven trading addiction atau gangguan kecanduan dopamin dalam perdagangan saham. Apa Itu Dopamin dan Mengapa Berbahaya? Dopamin adalah neurotransmitter di otak yang bertanggung jawab atas rasa senang, motivasi, dan penghargaan. Secara evolusi, dopamin membuat kita ingin mengulangi perilaku yang mendatangkan keuntungan (makan, berhubungan sosial, meraih target). Namun, sistem dopamin dapat dibajak oleh reward...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda
  2. Psikologi Saham: Fear of Missing Out (FOMO) – Ketika Emosi Mengalahkan Logika
  3. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  4. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader
  5. All Weather Portfolio: Solusi Investasi Sepanjang Musim untuk Investor Pasif
  6. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  7. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  8. KSEI dan Perannya dalam Penyimpanan Efek: Pilar Keamanan Investasi Pasar Modal
  9. Memahami Pola Bearish Engulfing: Sinyal Bahaya Saat Harga Akan Terjun
  10. Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi

TradingView Chart - MEJA