Update: Selasa, 9 Juni 2026

MEJA

PT. Harta Djaya Karya Tbk.

Rp 80
+8.11%
Volume
151.898 lot
MA 5
77
MA 20
94
RSI
26.79
High
80
Low
70
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.49%
Support (10d)
70
Resistance (10d)
99
Volume Trend (10d)
-45.1%
Score
80
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-37.98 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (26.8) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 16.496 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MEJA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 26.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.49%. Area support terdekat berada di sekitar Rp70, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp99.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 80 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 92 - 100 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 76 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break

Dalam dunia analisis teknikal, banyak trader terlalu fokus pada harga dan melupakan satu komponen vital lainnya: volume. Padahal, volume adalah bahan bakar yang menggerakkan pasar. Tanpa volume, pergerakan harga seringkali tidak memiliki daya tahan. Salah satu indikator tertua namun paling andal yang menghubungkan harga dan volume adalah On Balance Volume (OBV). Dikembangkan oleh Joseph Granville pada tahun 1963, OBV bekerja dengan prinsip sederhana namun kuat: volume mendahului harga. Yang membuat OBV istimewa adalah kemampuannya mendeteksi dua pola paling powerful dalam trading, yaitu divergence dan trendline break. Kedua pola ini seringkali memberikan sinyal lebih awal dibandingkan indikator lainnya. Cara Menghitung OBV (Sederhana Sekali) Rumus OBV sangat mudah dipahami: Jika harga tutup lebih tinggi dari hari sebelumnya → OBV = OBV sebelumnya + Volume hari ini...

Artikel menarik lainnya:

  1. Valuasi Perusahaan dengan Multiple Segment: Seni Membongkar Nilai di Balik Konglomerat
  2. Disposisi Effect: Mengapa Kita Cepat Jual Saham Profit, tapi Tahan Saham Rugi
  3. Apa Itu Market Cap? Memahami Kapitalisasi Pasar dengan Cara Sederhana
  4. FCFF (Free Cash Flow to Firm): Mengukur Nilai Seluruh Perusahaan, Bukan Hanya Ekuitas
  5. Psikologi Ketika Portofolio Naik 100%: Di Puncak Kemenangan, Bahaya Justru Mengintai
  6. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace
  7. Psikologi Saham: Fear of Missing Out (FOMO) – Ketika Emosi Mengalahkan Logika
  8. PER untuk Saham Siklikal: Mengapa Murah Bisa Menjebak dan Mahal Bisa Jadi Peluang
  9. Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat
  10. Ukuran Sejati Kinerja Saham: Mengapa Rasio Perusahaan Harus Dibandingkan dengan Rata-rata Industri

TradingView Chart - MEJA