Update: Senin, 5 Oktober 2026

MEJA

PT. Harta Djaya Karya Tbk.

Rp 139
+4.51%
Volume
756.968 lot
MA 5
142
MA 20
126
RSI
60.68
High
142
Low
133
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.34%
Support (10d)
106
Resistance (10d)
172
Volume Trend (10d)
+519.6%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
17.80 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -97.750 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MEJA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.34%. Area support terdekat berada di sekitar Rp106, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp172.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 172 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 189, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 106 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam

Dalam analisis fundamental saham, banyak rasio likuiditas yang bersifat "lunak"—mereka mengasumsikan piutang bisa ditagih dan persediaan bisa dijual dalam waktu singkat. Namun, bagi investor yang benar-benar ingin mengukur ketahanan finansial perusahaan dalam kondisi terburuk, ada satu rasio yang paling keras dan tanpa kompromi: Rasio Kas terhadap Utang Lancar. Rasio ini menjawab pertanyaan sederhana namun mematikan: "Jika semua kreditur menagih besok pagi, apakah perusahaan bisa membayar dengan uang tunai yang ada di rekening hari ini?" Artikel ini akan membahas mengapa rasio ini penting, bagaimana menginterpretasikannya, dan kapan rasio yang rendah justru bukan masalah. 1. Apa Itu Rasio Kas terhadap Utang Lancar? Rasio Kas terhadap Utang Lancar (Cash to Current Liabilities Ratio) adalah indikator paling konservatif untuk mengukur likuiditas jangka pendek. Rasio ini hanya membandingkan uang tunai...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ease of Movement (EMV) – Mengukur Kemudahan Harga Bergerak
  2. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  3. Capex vs Maintenance Capex: Membedakan Investasi Ekspansi dan Biaya Pemeliharaan
  4. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  5. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
  6. Fibonacci Time Zone – Kapan Waktu yang Tepat untuk Pergerakan Besar?
  7. Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem
  8. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  9. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  10. Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI

TradingView Chart - MEJA