Update: Kamis, 20 Agustus 2026

JAYA

PT. Armada Berjaya Trans Tbk.

Rp 134
+0.75%
Volume
5.045 lot
MA 5
134
MA 20
131
RSI
64.29
High
135
Low
133
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.02%
Support (10d)
128
Resistance (10d)
143
Volume Trend (10d)
+7.0%
Score
70
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
8.94 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (64.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -54 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham JAYA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 64.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.02%. Area support terdekat berada di sekitar Rp128, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp143.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 137 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 147 - 154 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 125 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Efek Endowment: Bahaya Cinta Buta pada Saham Milik Sendiri

Pernahkah Anda mengalami situasi seperti ini: Anda membeli sebuah saham, lalu beberapa minggu kemudian harga saham tersebut turun. Namun alih-alih menganggapnya sebagai sinyal bahaya, Anda justru bersikap defensif. Anda membela saham itu di forum diskusi, mencari-cari alasan mengapa penurunan hanya sementara, dan mengabaikan berita negatif yang muncul. Orang lain yang menjual saham itu Anda anggap "tidak sabar" atau "kurang paham". Selamat, Anda mungkin sedang mengalami yang namanya efek endowment—fenomena psikologis di mana seseorang menilai aset yang dimilikinya jauh lebih berharga daripada nilai pasarnya yang sebenarnya. Apa Itu Efek Endowment? Efek endowment pertama kali diidentifikasi oleh Richard Thaler, ekonom perilaku peraih Nobel. Fenomena ini menjelaskan kecenderungan manusia untuk melebih-lebihkan nilai suatu barang hanya karena barang tersebut adalah miliknya. Dalam konteks saham, investor cenderung menilai saham yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum
  2. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  3. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  4. Mengukur Maximum Drawdown Historis: Seberapa Dalam Portofolio Anda Bisa Jatuh?
  5. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI
  6. Over-trading karena Nafsu Balas Dendam: Saat Emosi Menghancurkan Akun Trading
  7. On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break
  8. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik
  9. Analisis Comparables Valuation (Comps): Seni Membandingkan untuk Menemukan Harga Wajar Saham
  10. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci

TradingView Chart - JAYA