Update: Jumat, 22 Mei 2026

JAYA

PT. Armada Berjaya Trans Tbk.

Rp 128
+0.79%
Volume
46.340 lot
MA 5
131
MA 20
137
RSI
40.98
High
131
Low
123

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.80%
Support (10d)
123
Resistance (10d)
151
Volume Trend (10d)
-52.6%
Score
10
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-6.57 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (41.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -4.447 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham JAYA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 41.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.80%. Area support terdekat berada di sekitar Rp123, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp151.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 117 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume

Dalam analisis teknikal, banyak indikator berfokus pada harga, dan banyak pula yang berfokus pada volume. Namun, bagaimana dengan hubungan antara keduanya? Apakah harga naik didukung oleh volume yang kuat, atau hanya kenaikan tipis tanpa partisipasi pasar? Market Facilitation Index (MFI) , yang dikembangkan oleh Bill Williams (sosok yang sama di balik Alligator, Gator Oscillator, dan Fractals), menjawab pertanyaan ini. MFI mengukur seberapa mudah harga bergerak dalam satu periode — dengan kata lain, seberapa besar perubahan harga yang terjadi untuk setiap unit volume yang diperdagangkan. Bagi trader yang ingin memahami kualitas pergerakan harga (apakah didukung oleh volume atau tidak), MFI adalah alat yang unik dan sangat berharga. Karakteristik Market Facilitation Index (MFI) MFI adalah indikator yang menghitung selisih antara harga tertinggi (high) dan harga terendah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut
  2. Gaji Bos vs Keuntungan Perusahaan: Mengukur Rasio Kompensasi Manajemen terhadap Laba Bersih
  3. Menilai Masa Depan Tanpa Angka Kini: Panduan Valuasi Perusahaan yang Belum Profit
  4. EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar
  5. Menggunakan Correlation Matrix untuk Membangun Portofolio Saham yang Tangguh
  6. Membangun Ketahanan Stres Melalui Simulasi: Latihan Mental Sebelum Terjun ke Pasar Saham
  7. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  8. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  9. Graph Anosognosia: Ketika Trader Tidak Tahu Bahwa Mereka Tidak Tahu
  10. Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek

TradingView Chart - JAYA