Update: Senin, 5 Oktober 2026

MERK

PT. Merck Tbk.

Rp 3.700
+4.23%
Volume
158 lot
MA 5
3.660
MA 20
3.825
RSI
30.51
High
3.790
Low
3.550
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.73%
Support (10d)
3.550
Resistance (10d)
3.940
Volume Trend (10d)
+5.8%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-6.09 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (30.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 21 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MERK saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 30.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.73%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.550, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.940.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 3.940 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 4.334, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 3.550 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Price to Sales (P/S): Penyelamat Saat Perusahaan Rugi

Apa yang terjadi ketika sebuah perusahaan sedang merugi? PER (Price to Earnings Ratio) menjadi tidak terdefinisi atau negatif. EV/EBITDA pun bisa ikut negatif jika EBITDA-nya juga merah. Lalu bagaimana cara menilai apakah saham perusahaan yang sedang rugi itu masih layak diperhatikan atau sudah sebaiknya dihindari? Di sinilah Price to Sales (P/S) hadir sebagai solusi. Apa Itu Price to Sales (P/S)? Price to Sales (P/S) adalah rasio yang membandingkan harga saham dengan pendapatan (penjualan) perusahaan. Sederhananya, P/S menjawab pertanyaan: "Berapa rupiah investor bersedia membayar untuk setiap satu rupiah pendapatan perusahaan?" Rumus P/S: P/S = Harga Saham / Pendapatan per Saham Atau secara total: P/S = Kapitalisasi Pasar / Total Pendapatan (Penjualan) Contoh Sederhana: Perusahaan A (sedang untung): Harga saham = Rp2.000 Pendapatan per saham = Rp500...

Artikel menarik lainnya:

  1. Membaca "Tanda Tangan" Kecurangan: Analisis Fraud Detection dari Laporan Laba Rugi
  2. On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break
  3. On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan
  4. Apa Itu PBV (Price to Book Value)? Panduan Mudah untuk Pemula
  5. Cara Membeli Saham Pertama Kali di Sekuritas: Panduan Langkah demi Langkah untuk Pemula
  6. All Weather Portfolio: Solusi Investasi Sepanjang Musim untuk Investor Pasif
  7. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula
  8. Analisis Claim Ratio Asuransi Kesehatan: Barometer Profitabilitas yang Tidak Boleh Diabaikan
  9. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  10. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?

TradingView Chart - MERK