Update: Jumat, 21 Agustus 2026

MERK

PT. Merck Tbk.

Rp 3.950
-0.75%
Volume
279 lot
MA 5
3.936
MA 20
3.939
RSI
64.15
High
4.000
Low
3.910
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.96%
Support (10d)
3.880
Resistance (10d)
4.020
Volume Trend (10d)
-60.1%
Score
45
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
5.61 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (64.2)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -40 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MERK saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 64.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.96%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.880, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.020.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 3.880, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Cara Analisis Prospektus Sebelum Beli Saham IPO: Jangan Hanya Ikut-ikutan!

IPO (Initial Public Offering) selalu menarik perhatian. Janji keuntungan cepat di hari pertama membuat banyak investor berbondong-bondong memesan saham perdana. Namun, berapa banyak dari mereka yang benar-benar membaca dan memahami prospektus? Sayangnya, sangat sedikit. Prospektus adalah dokumen resmi yang berisi informasi lengkap tentang perusahaan yang akan go public. Mengabaikannya sama saja dengan membeli saham buta—Anda hanya mengandalkan keberuntungan, bukan analisis. Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah cara menganalisis prospektus sebelum memutuskan memesan saham IPO. Apa Itu Prospektus dan Mengapa Penting? Prospektus adalah dokumen hukum yang diterbitkan oleh emiten (perusahaan yang akan go public) yang berisi semua informasi material tentang perusahaan, termasuk data keuangan, profil bisnis, risiko, rencana penggunaan dana, dan jadwal IPO. Prospektus harus disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum diedarkan ke...

Artikel menarik lainnya:

  1. Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham
  2. Mengenal Awesome Oscillator (AO): Twin Peaks, Saucer, dan Zero Line Crossing
  3. Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne
  4. Apa Itu SID (Single Investor Identification)? Kunci untuk Memulai Investasi Saham
  5. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  6. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  7. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  8. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  9. Kenali Diri Sendiri: Perbedaan Portofolio Agresif, Moderat, dan Konservatif
  10. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold

TradingView Chart - MERK