Update: Kamis, 15 Oktober 2026

ATLA

PT. Atlantis Subsea Indonesia Tbk.

Rp 22
-12.00%
Volume
1.273.647 lot
MA 5
28
MA 20
38
RSI
8.82
High
25
Low
22
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.17%
Support (10d)
22
Resistance (10d)
36
Volume Trend (10d)
+73.0%
Score
70
Win Rate (30d)
6.67 %
P/L (30d)
-56.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (8.8) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.199 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ATLA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 8.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.17%. Area support terdekat berada di sekitar Rp22, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp36.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 22 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 24 - 25 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 20 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Order Book: Jendela Pendapatan Masa Depan Perusahaan

Dalam dunia investasi, ada satu pertanyaan yang selalu menghantui setiap pemegang saham: "Apakah perusahaan ini masih akan tumbuh tahun depan?" Untuk perusahaan konstruksi, EPC (Engineering, Procurement, Construction), migas, dan manufaktur berat — yang pendapatannya berasal dari proyek-proyek jangka panjang — jawabannya bisa ditemukan dalam satu metrik sederhana namun sangat kuat: Order Book. Order book adalah salah satu indikator paling prospektif yang tersedia bagi investor. Ia tidak melihat ke belakang (seperti laporan laba rugi historis), tetapi ke depan. Ia menjawab pertanyaan yang lebih penting: "Apa yang sudah dipesan pelanggan untuk dikerjakan perusahaan di masa mendatang?" Apa Itu Order Book? Order Book (atau kontrak berjalan) adalah total nilai kontrak yang telah dimenangkan oleh perusahaan tetapi belum sepenuhnya dilaksanakan dan pendapatannya belum diakui. Dengan kata lain, order book...

Artikel menarik lainnya:

  1. Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi
  2. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  3. PER Ideal untuk Saham Consumer Goods: Berapa Batas Wajar Membeli?
  4. Long Legged Doji: Ketika Pasar Berguncang Hebat tapi Berakhir Bimbang
  5. FCFF (Free Cash Flow to Firm): Mengukur Nilai Seluruh Perusahaan, Bukan Hanya Ekuitas
  6. Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud
  7. Pengelolaan Ekspektasi Tahun Pertama Trading: Realita di Balik Mimpi Cepat Kaya
  8. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut
  9. Visualisasi Tujuan Keuangan vs Fluktuasi Harian: Jangan Biarkan Pergerakan 5 Menit Menghancurkan Mimpi 5 Tahun
  10. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat

TradingView Chart - ATLA