Update: Kamis, 20 Agustus 2026

TARA

PT. Agung Semesta Sejahtera Tbk.

Rp 29
-3.33%
Volume
4.988 lot
MA 5
30
MA 20
30
RSI
42.86
High
30
Low
29
Nilai
25/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
2.27%
Support (10d)
29
Resistance (10d)
32
Volume Trend (10d)
+40.6%
Score
25
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-3.33 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (42.9)
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TARA saat ini menunjukkan kecenderungan sideways pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 42.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.27%. Area support terdekat berada di sekitar Rp29, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp32.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 28 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan

Saham perbankan adalah salah satu sektor terbesar dan paling likuid di Bursa Efek Indonesia. Bank menjadi tulang punggung ekonomi, penghubung antara pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak yang membutuhkan dana. Namun, menilai saham bank tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama seperti menilai saham manufaktur atau teknologi. Mengapa? Karena bank memiliki struktur neraca yang unik. Aset bank sebagian besar adalah kredit (piutang) dan kewajiban bank sebagian besar adalah dana pihak ketiga (simpanan nasabah). Tidak ada pabrik, mesin, atau persediaan yang berarti. Akibatnya, rasio-rasio seperti PER (Price to Earnings) bisa menyesatkan, sementara PBV (Price to Book Value) dan ROE (Return on Equity) menjadi raja dalam valuasi saham perbankan. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana menggunakan PBV dan ROE untuk menilai saham bank, menentukan apakah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren
  2. Dollar Cost Averaging (DCA): Strategi Disiplin Mengakumulasi Saham Tanpa Perlu Tebak Waktu
  3. PER Ideal untuk Saham Consumer Goods: Berapa Batas Wajar Membeli?
  4. Membangun Rencana Trading: Senjata Utama Melawan Emosi dan Kekacauan
  5. Disposisi Effect: Mengapa Kita Cepat Jual Saham Profit, tapi Tahan Saham Rugi
  6. Efek Endowment: Bahaya Cinta Buta pada Saham Milik Sendiri
  7. Rainbow Moving Average: Membaca Kekuatan Tren dengan Lapisan Ganda
  8. Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne
  9. Stick Sandwich: Pola Roti Lapis yang Menandakan Pembalikan Harga
  10. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik

TradingView Chart - TARA