Update: Kamis, 20 Agustus 2026

MORA

PT. Ekamas Mora Republik Tbk.

Rp 5.200
+0.97%
Volume
6.161 lot
MA 5
5.150
MA 20
5.706
RSI
21.13
High
5.600
Low
5.150
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.95%
Support (10d)
5.000
Resistance (10d)
5.600
Volume Trend (10d)
+36.0%
Score
65
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-18.75 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (21.1) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -571 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MORA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 21.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.95%. Area support terdekat berada di sekitar Rp5.000, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp5.600.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 5.304 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 5.720 - 5.980 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 4.836 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar

Dalam dunia analisis teknikal, sebagian besar indikator dirancang untuk digunakan dalam berbagai kondisi pasar — tren naik, tren turun, maupun sideways. Namun, ada satu indikator yang diciptakan untuk tujuan yang sangat spesifik: menangkap bottom pasar setelah koreksi besar. Indikator itu adalah Coppock Curve. Diciptakan oleh ekonom Edwin Sedgwick Coppock pada tahun 1962, indikator ini awalnya dirancang untuk investasi jangka panjang di pasar saham AS. Hingga saat ini, Coppock Curve tetap menjadi salah satu alat paling andal untuk mengidentifikasi momen pembelian setelah pasar mengalami penurunan signifikan. Karakteristik Coppock Curve Coppock Curve adalah indikator momentum yang dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang dari dua laju perubahan (rate of change / ROC) yang dihaluskan dengan moving average. Meskipun perhitungannya sedikit rumit, penggunaannya sangat sederhana. Ciri-ciri spesifik Coppock Curve adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi
  2. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren
  3. Cost of Equity dengan CAPM: Berapa Imbal Hasil yang Wajar Anda Tuntut?
  4. Diversifikasi Sejati: Mengapa Memisah Antar Sektor dan Aset Adalah Kunci Sukses Investasi Saham
  5. Ribuan Skenario Masa Depan: Analisis Monte Carlo untuk Proyeksi Laba dalam Investasi Saham
  6. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga
  7. Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band
  8. Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri
  9. PER Forward vs Trailing: Mana yang Lebih Akurat Menilai Saham?
  10. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat

TradingView Chart - MORA