Update: Senin, 6 Juli 2026

MORA

PT. Ekamas Mora Republik Tbk.

Rp 6.650
+0.38%
Volume
2.328 lot
MA 5
6.745
MA 20
6.808
RSI
51.13
High
6.775
Low
6.500
Nilai
20/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.39%
Support (10d)
6.500
Resistance (10d)
8.350
Volume Trend (10d)
-49.0%
Score
20
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
-6.67 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -838 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MORA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.39%. Area support terdekat berada di sekitar Rp6.500, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp8.350.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 20 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 6.175 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti

Dalam analisis teknikal, volume adalah salah satu alat paling penting untuk mengonfirmasi pergerakan harga. Secara umum, volume yang tinggi seharusnya mendukung pergerakan harga yang kuat. Namun, ada kondisi yang justru sebaliknya: volume sangat besar tetapi harga hampir tidak bergerak atau berhenti sama sekali. Kondisi ini dikenal sebagai Stopping Volume. Istilah ini dipopulerkan oleh Richard Wyckoff, salah satu analis teknikal paling berpengaruh di awal abad ke-20. Stopping volume adalah salah satu konsep kunci dalam metodologi Wyckoff untuk mengidentifikasi titik-titik di mana tren sedang kehabisan tenaga dan akan berbalik arah. Karakteristik Stopping Volume Stopping volume adalah kondisi pasar yang sangat spesifik, di mana terjadi lonjakan volume perdagangan yang signifikan namun harga hanya bergerak dalam rentang yang sangat sempit atau bahkan tidak bergerak sama sekali. Ciri-ciri spesifiknya...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya
  2. Dividend Yield vs Dividend Payout Ratio: Mana yang Lebih Penting?
  3. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  4. Rasio EBITDAR: Mengukur Kinerja Perusahaan di Sektor Sewa dan Restrukturisasi
  5. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah
  6. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  7. Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?
  8. Strategi Tilt Factor: Memanfaatkan Size, Value, dan Momentum untuk Meningkatkan Return
  9. Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat
  10. ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar

TradingView Chart - MORA