Update: Jumat, 22 Mei 2026

MORA

PT. Mora Telematika Indonesia Tbk.

Rp 6.700
+3.08%
Volume
9.261 lot
MA 5
6.570
MA 20
6.043
RSI
60.39
High
7.100
Low
6.300

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
7.50%
Support (10d)
5.125
Resistance (10d)
10.400
Volume Trend (10d)
+233.9%
Score
100
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
54.02 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 390 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MORA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 7.50%. Area support terdekat berada di sekitar Rp5.125, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp10.400.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 6.700 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 7.705 - 8.375 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 6.365 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Valuasi Perusahaan dengan Multiple Segment: Seni Membongkar Nilai di Balik Konglomerat

Dalam dunia saham, ada perusahaan yang bisnisnya fokus pada satu sektor—mudah dianalisis. Namun ada pula yang memiliki multiple segment, yaitu beroperasi di beberapa lini bisnis yang berbeda. Mulai dari konglomerat yang bisnisnya mencakup properti, infrastruktur, dan konsumen, hingga perusahaan teknologi yang memiliki divisi cloud, iklan, dan perangkat keras. Valuasi perusahaan multiple segment tidak bisa dilakukan dengan pendekatan tradisional seperti PER atau PBV secara agregat. Anda harus membongkar nilai per segmen, lalu menjumlahkannya. Artikel ini akan membahas metode Sum of The Parts (SOTP) valuation, tantangan yang dihadapi, serta bagaimana menemukan peluang ketika pasar salah menghargai perusahaan multi-segment. 1. Apa Itu Perusahaan dengan Multiple Segment? Multiple segment berarti perusahaan memiliki lebih dari satu lini bisnis yang dapat diidentifikasi secara terpisah, biasanya dengan karakteristik: Produk atau jasa yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Absorption – Volume Besar Tanpa Pergerakan Harga, Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  2. Mengelola Psikologi saat Saham Turun setelah Beli: Jangan Panik, Lakukan Ini!
  3. Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional: Mana yang Cocok untuk Anda?
  4. Cara Menghitung Profit/Loss Saham Secara Manual: Panduan Langkah demi Langkah
  5. Rainbow Moving Average: Membaca Kekuatan Tren dengan Lapisan Ganda
  6. Refleksi Akhir Tahun: Bukan Tentang Profit, Tapi Proses
  7. Standar Emas Investasi: Memahami Model Portofolio 60/40 (Saham vs Pendapatan Tetap)
  8. Cara Membeli Saham Pertama Kali di Sekuritas: Panduan Langkah demi Langkah untuk Pemula
  9. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  10. Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas

TradingView Chart - MORA