Update: Kamis, 11 Juni 2026

MORA

PT. Mora Telematika Indonesia Tbk.

Rp 6.325
+5.42%
Volume
4.598 lot
MA 5
5.850
MA 20
6.636
RSI
53.85
High
6.350
Low
5.800
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
6.88%
Support (10d)
5.000
Resistance (10d)
7.350
Volume Trend (10d)
-82.5%
Score
65
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
12.95 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 287 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MORA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 6.88%. Area support terdekat berada di sekitar Rp5.000, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp7.350.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 6.452 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 6.958 - 7.274 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 5.882 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Payback Period: Seberapa Cepat Investasi Anda Kembali?

Ketika Anda membeli saham sebuah perusahaan, Anda sebenarnya ikut menanamkan modal pada seluruh proyek dan operasi bisnis yang dijalankan perusahaan tersebut. Pertanyaan besarnya: berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga investasi Anda kembali dari hasil bisnis perusahaan? Dalam dunia analisis fundamental saham, jawaban atas pertanyaan ini bisa didekati dengan konsep Payback Period. Meskipun lebih sering digunakan untuk mengevaluasi proyek internal perusahaan, memahami payback period akan membuat Anda menjadi investor yang lebih cerdas dalam menilai efisiensi alokasi modal emiten. Artikel ini akan membahas apa itu payback period, bagaimana cara menghitungnya, serta bagaimana menggunakannya sebagai alat bantu analisis saham. Apa Itu Payback Period? Payback period adalah jangka waktu yang diperlukan agar arus kas masuk kumulatif dari suatu investasi atau proyek sama besarnya dengan dana yang telah dikeluarkan di...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  2. Discounted Cash Flow (DCF): Senjata Utama Value Investor
  3. Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital
  4. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  5. Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?
  6. Sustainable Growth Rate (SGR): Seberapa Cepat Perusahaan Bisa Tumbuh Tanpa Utang Baru?
  7. Analisis Post Trade: Seni Mengevaluasi Kesalahan Tanpa Menyesali Diri
  8. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  9. Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas
  10. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami

TradingView Chart - MORA