Update: Jumat, 22 Mei 2026

MLIA

PT. Mulia Industrindo Tbk

Rp 250
-0.79%
Volume
457 lot
MA 5
253
MA 20
262
RSI
18.18
High
252
Low
250

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.74%
Support (10d)
250
Resistance (10d)
266
Volume Trend (10d)
-39.2%
Score
55
Win Rate (30d)
16.67 %
P/L (30d)
-13.79 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (18.2) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 804 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MLIA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 18.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.74%. Area support terdekat berada di sekitar Rp250, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp266.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 266 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 293, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 250 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan

Setelah mempelajari berbagai pola satu candlestick seperti Hammer, Hanging Man, dan Shooting Star, kini saatnya mengenal satu pola bullish yang seringkali terlewatkan oleh trader pemula: Inverted Hammer (Bullish). Jika Hammer adalah "palu" normal dengan gagang panjang di bawah, maka Inverted Hammer adalah kebalikannya—gagang panjang menjulang ke atas, tubuh kecil di bawah. Bentuknya memang mirip dengan Shooting Star (bearish), namun maknanya sama sekali berbeda karena posisinya yang unik. Dalam analisa teknikal saham, Inverted Hammer adalah salah satu sinyal pembalikan bullish yang paling underrated. Ia sering muncul di momen-momen kritis ketika pasar sedang "mencari dasar" setelah jatuh panjang. Apa Itu Inverted Hammer (Bullish)? Secara visual, Inverted Hammer terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri sebagai berikut: Karakteristik Deskripsi Sumbu atas (upper shadow) Panjang,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengukur Maximum Drawdown Historis: Seberapa Dalam Portofolio Anda Bisa Jatuh?
  2. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  3. NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank
  4. Mengenal Awesome Oscillator (AO): Twin Peaks, Saucer, dan Zero Line Crossing
  5. Working Capital Turnover: Seberapa Efisien Perusahaan Mengelola Modal Kerja?
  6. Average Down dan Average Up: Kapan Strategi Ini Tepat Digunakan?
  7. Strategi Martingale di Saham: Bunuh Diri Finansial yang Berkedok Peluang
  8. Rasio Burn Rate: Detak Jantung Keuangan Startup Sebelum Tumbang
  9. Smart Beta: Jembatan antara Index Pasif dan Faktor Aktif
  10. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar

TradingView Chart - MLIA