Update: Senin, 5 Oktober 2026

TOOL

PT. Rohartindo Nusantara Luas Tbk.

Rp 54
+1.89%
Volume
257.250 lot
MA 5
54
MA 20
65
RSI
18.18
High
57
Low
53
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.05%
Support (10d)
48
Resistance (10d)
91
Volume Trend (10d)
+72.5%
Score
30
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-19.40 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (18.2) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -11.711 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TOOL saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 18.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.05%. Area support terdekat berada di sekitar Rp48, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp91.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 46 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung

Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan investor pemula adalah melihat rasio Price to Book Value (PBV) sebuah saham, lalu langsung menyimpulkan apakah saham tersebut murah atau mahal berdasarkan angka absolut. "Bank A punya PBV 1,5x, Bank B punya PBV 2,0x, jadi Bank A lebih murah." Atau bahkan lebih parah: "Bank punya PBV 1,5x, sementara perusahaan teknologi punya PBV 8x, jadi teknologi terlalu mahal." Kesimpulan seperti ini bisa sangat menyesatkan. Mengapa? Karena setiap sektor memiliki karakteristik fundamental yang berbeda yang mempengaruhi "rasio PBV normal" masing-masing. Membandingkan PBV bank dengan PBV perusahaan teknologi seperti membandingkan apel dengan durian – keduanya buah, tetapi sangat berbeda. Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan karakteristik sektor perbankan dan sektor teknologi yang menyebabkan rentang PBV mereka berbeda secara fundamental. Dengan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  2. Ribuan Skenario Masa Depan: Analisis Monte Carlo untuk Proyeksi Laba dalam Investasi Saham
  3. Iceberg Pattern – Membaca Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  4. Graph Anosognosia: Ketika Trader Tidak Tahu Bahwa Mereka Tidak Tahu
  5. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  6. Rasio DER (Debt to Equity Ratio): Batas Aman dan Tanda Bahaya
  7. Analisis Claim Ratio Asuransi Kesehatan: Barometer Profitabilitas yang Tidak Boleh Diabaikan
  8. Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital
  9. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  10. Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi

TradingView Chart - TOOL