Update: Jumat, 5 Juni 2026

INPS

PT. Indah Prakasa Sentosa Tbk.

Rp 630
-10.00%
Volume
5.721 lot
MA 5
716
MA 20
675
RSI
45.95
High
650
Low
630
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
5.14%
Support (10d)
590
Resistance (10d)
805
Volume Trend (10d)
-44.7%
Score
55
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
21.15 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (46.0)
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INPS saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 46.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.14%. Area support terdekat berada di sekitar Rp590, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp805.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 805 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 886, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 590 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda

Ada satu kebenaran tidak nyaman yang jarang dibicarakan di kalangan investor: sering kali, kerugian terbesar kita tidak disebabkan oleh pasar yang jahat atau analisis yang buruk. Kerugian itu disebabkan oleh ego kita sendiri. Kita merasa harus selalu benar. Kita merasa malu jika menjual rugi. Kita merasa "ditantang" oleh pasar dan ingin membuktikan bahwa kita lebih pintar. Kita menganggap saham yang kita beli sebagai "saham saya" dan merasa tersinggung ketika harganya turun, seolah-olah pasar sedang menghina kita secara pribadi. Padahal, saham tidak membenci Anda. Pasar tidak peduli dengan harga beli Anda. Pasar tidak bangun di pagi hari berpikir, "Hari ini saya akan membuat si Andi merugi." Artikel ini akan membantu Anda melepaskan ego dari investasi saham—sebuah langkah yang mungkin lebih meningkatkan performa Anda daripada mempelajari sepuluh...

Artikel menarik lainnya:

  1. Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga
  2. Manajemen Waktu Trader Paruh Waktu vs Full Time: Dua Dunia, Dua Strategi Berbeda
  3. Plowback Ratio: Berapa Banyak Laba yang Ditanam Kembali oleh Perusahaan?
  4. Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan: Memahami Laporan Arus Kas
  5. Working Capital Turnover: Seberapa Efisien Perusahaan Mengelola Modal Kerja?
  6. Mesin Pertumbuhan Tersembunyi: Memahami Value of New Business (VNB) dalam Saham Asuransi Jiwa
  7. Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne
  8. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya
  9. Pengertian IPO (Initial Public Offering): Saat Perusahaan Go Public
  10. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"

TradingView Chart - INPS