Update: Jumat, 22 Mei 2026

SRTG

PT. Saratoga Investama Sedaya Tbk.

Rp 1.645
+3.46%
Volume
72.728 lot
MA 5
1.618
MA 20
1.733
RSI
29.47
High
1.685
Low
1.565

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.60%
Support (10d)
1.560
Resistance (10d)
1.820
Volume Trend (10d)
-42.8%
Score
80
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-6.53 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (29.5) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 8.594 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SRTG saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 29.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.60%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.560, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.820.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 1.645 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.892 - 2.056 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 1.563 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal

Dalam analisis teknikal, salah satu tantangan terbesar adalah menyatukan berbagai indikator yang kadang memberikan sinyal berbeda. Sebuah saham mungkin menunjukkan RSI overbought, tetapi MACD masih bullish, dan moving average masih naik. Mana yang harus Anda percaya? Chande Trend Meter (CTM) , yang dikembangkan oleh Tushar Chande (tokoh di balik indikator Chande Momentum Oscillator dan Qstick), adalah solusi untuk masalah ini. CTM menggabungkan beberapa indikator teknikal dalam berbagai time frame menjadi satu skor tunggal antara 0 hingga 100. Hasilnya adalah ukuran yang mudah dipahami tentang seberapa kuat tren suatu saham — tanpa harus menafsirkan puluhan indikator secara terpisah. Bagi trader yang ingin menyederhanakan proses analisis tanpa kehilangan kedalaman informasi, Chande Trend Meter adalah alat yang sangat berharga. Karakteristik Chande Trend Meter Chande Trend Meter adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik
  2. Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?
  3. Gann Emblem: Simbol Harmoni Harga dan Waktu
  4. Golden Butterfly Portfolio: Strategi Investasi Saham yang Seimbang untuk Semua Musim
  5. Ketika Aset Fisik Hampir Tidak Ada: Memahami Rasio P/TBV untuk Perusahaan Teknologi
  6. Rekening Dana Efek vs Rekening Saham: Jangan Sampai Tertukar!
  7. Rasio BOPO: Mengukur Efisiensi Operasional Bank Sebelum Membeli Sahamnya
  8. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi
  9. Cara Analisis Prospektus Sebelum Beli Saham IPO: Jangan Hanya Ikut-ikutan!
  10. Standar Emas Investasi: Memahami Model Portofolio 60/40 (Saham vs Pendapatan Tetap)

TradingView Chart - SRTG