Update: Kamis, 20 Agustus 2026

SRTG

PT. Saratoga Investama Sedaya Tbk.

Rp 1.925
+2.39%
Volume
57.060 lot
MA 5
1.867
MA 20
1.789
RSI
73.75
High
1.925
Low
1.880
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.58%
Support (10d)
1.740
Resistance (10d)
1.925
Volume Trend (10d)
+81.0%
Score
70
Win Rate (30d)
66.67 %
P/L (30d)
24.19 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (73.8) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 38.258 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SRTG saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 73.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.58%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.740, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.925.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 1.964 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 2.118 - 2.214 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 1.790 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat

Dalam sejarah pasar saham, ada peristiwa-peristiwa yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Krisis keuangan 2008, pandemi Covid-19 2020, atau krisis moneter Asia 1997. Sehari sebelum terjadi, hampir tidak ada yang memprediksinya. Kejutan-kejutan besar ini oleh penulis dan filsuf Nassim Nicholas Taleb disebut sebagai Black Swan (Angsa Hitam). Memahami dan mengidentifikasi risiko Black Swan bukanlah tentang meramal masa depan, melainkan tentang mempersiapkan portofolio Anda agar tetap bertahan ketika kejutan besar datang. Artikel ini akan membantu Anda mengenali ciri-ciri risiko Black Swan dan bagaimana mengantisipasinya. Apa Itu Peristiwa Black Swan? Istilah Black Swan merujuk pada peristiwa dengan tiga karakteristik utama: Karakteristik Penjelasan Contoh di Pasar Saham Di luar dugaan Tidak terprediksi oleh model atau analisis konvensional Tidak ada yang meramalkan lockdown global akibat Covid-19 Dampak sangat besar Mengguncang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Relasi Dividend Yield vs Suku Bunga: Kapan Dividen Masih Menarik?
  2. Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas
  3. CAR (Capital Adequacy Ratio): Benteng Pertahanan Kesehatan Bank
  4. Rekening Dana Efek vs Rekening Saham: Jangan Sampai Tertukar!
  5. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  6. Status Quo Bias: Bahaya Malas Menyeimbangkan Kembali Portofolio
  7. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support
  8. PER Forward vs Trailing: Mana yang Lebih Akurat Menilai Saham?
  9. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  10. FCFF (Free Cash Flow to Firm): Mengukur Nilai Seluruh Perusahaan, Bukan Hanya Ekuitas

TradingView Chart - SRTG