Update: Senin, 5 Oktober 2026

SRTG

PT. Saratoga Investama Sedaya Tbk.

Rp 1.730
+1.17%
Volume
12.985 lot
MA 5
1.751
MA 20
1.784
RSI
43.37
High
1.760
Low
1.705
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.45%
Support (10d)
1.695
Resistance (10d)
1.820
Volume Trend (10d)
-29.6%
Score
10
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-10.59 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (43.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -5.066 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SRTG saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 43.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.45%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.695, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.820.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.610 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia

Jika Anda baru mulai terjun ke dunia investasi saham, pasti sering mendengar istilah "IHSG" atau "Indeks Harga Saham Gabungan". Misalnya, berita ekonomi di televisi sering memberitakan, "IHSG hari ini ditutup menguat ke level 7.200" atau "IHSG melemah seiring dengan sentimen global." Apa sebenarnya IHSG itu, dan mengapa ia begitu penting bagi para investor serta perekonomian Indonesia secara umum? Artikel ini akan mengupas tuntas pengertian IHSG, bagaimana cara menghitungnya, fungsi utamanya, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta bagaimana Anda sebagai investor pemula bisa menggunakan IHSG sebagai alat bantu pengambilan keputusan. Apa Itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)? Secara sederhana, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah angka indikator yang menunjukkan pergerakan harga seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG seperti termometer yang mengukur suhu pasar saham...

Artikel menarik lainnya:

  1. Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor
  2. Metode Volatility Weighting: Menyesuaikan Alokasi Berdasarkan Risiko Pasar
  3. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  4. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  5. Analisis SOTP (Sum of The Parts): Membongkar Nilai Tersembunyi di Perusahaan Konglomerasi
  6. Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi
  7. Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham
  8. EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar
  9. Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI
  10. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor

TradingView Chart - SRTG