Update: Senin, 5 Oktober 2026

NICL

PT. PAM Mineral Tbk.

Rp 358
0.00%
Volume
210.014 lot
MA 5
361
MA 20
430
RSI
14.29
High
366
Low
346
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.15%
Support (10d)
344
Resistance (10d)
452
Volume Trend (10d)
-38.1%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-26.34 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (14.3) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 5.370 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NICL saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 14.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.15%. Area support terdekat berada di sekitar Rp344, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp452.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 452 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 497, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 344 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik

Dalam analisis teknikal saham, kita sudah mengenal Double Top sebagai pola pembalikan bearish dengan dua puncak. Namun, bagaimana jika harga mencoba menembus level resistance yang sama sebanyak tiga kali dan ketiganya gagal? Pola inilah yang disebut Triple Top. Triple Top adalah versi yang lebih kuat dan lebih jarang muncul dibandingkan Double Top. Pola ini menandakan bahwa tekanan beli sudah benar-benar habis setelah tiga kali upaya yang gagal. Ketika pola ini terbentuk, sinyal pembalikan yang dihasilkan cenderung lebih kuat dan pergerakan harga setelah penembusan sering kali lebih tajam. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Triple Top, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, variasi pola, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Triple Top? Triple Top adalah pola pembalikan bearish (bearish reversal) yang terbentuk...

Artikel menarik lainnya:

  1. Valuasi Perusahaan dengan Multiple Segment: Seni Membongkar Nilai di Balik Konglomerat
  2. Kepercayaan Buta pada Guru Saham: Bahaya Mengikuti Tanpa Filter
  3. Piotroski Score: Cara Sistematis Menilai Kesehatan Fundamental Perusahaan
  4. Menggunakan Akun Demo dengan Uang Sungguhan Mental: Rahasia Melatih Emosi Tanpa Menguras Dompet
  5. KSEI dan Perannya dalam Penyimpanan Efek: Pilar Keamanan Investasi Pasar Modal
  6. Rasio BOPO: Mengukur Efisiensi Operasional Bank Sebelum Membeli Sahamnya
  7. Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah
  8. Refleksi Akhir Tahun: Bukan Tentang Profit, Tapi Proses
  9. NPV Sumber Daya: Kunci Membaca Nilai Sesungguhnya Saham Tambang
  10. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi

TradingView Chart - NICL