Update: Jumat, 14 Agustus 2026

NICL

PT. PAM Mineral Tbk.

Rp 466
+1.30%
Volume
244.563 lot
MA 5
465
MA 20
484
RSI
37.29
High
474
Low
448
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.70%
Support (10d)
440
Resistance (10d)
488
Volume Trend (10d)
-10.9%
Score
60
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-7.72 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (37.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.178 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NICL saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.70%. Area support terdekat berada di sekitar Rp440, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp488.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 475 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 513 - 536 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 433 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Confirmation Bias: Bahaya Hanya Mencari Bukti yang Membenarkan Diri Sendiri

Anda yakin saham perusahaan A akan naik. Anda membaca berita tentang laba perusahaan A yang meningkat—Anda anggap itu sebagai konfirmasi. Anda membaca analis yang merekomendasikan beli—Anda anggap itu bukti. Anda membaca berita tentang kenaikan suku bunga yang bisa menekan pasar secara umum—Anda abaikan. Anda membaca peringatan bahwa valuasi perusahaan A sudah terlalu mahal—Anda anggap itu "pandangan orang yang tidak paham". Yang Anda lakukan ini memiliki nama: confirmation bias. Dan ini adalah salah satu penyebab terbesar mengapa investor kehilangan uang bukan karena kurang informasi, tetapi karena terlalu selektif dalam memilih informasi. Apa Itu Confirmation Bias? Confirmation bias adalah kecenderungan psikologis untuk mencari, menginterpretasikan, dan mengingat informasi dengan cara yang mengonfirmasi keyakinan atau hipotesis yang sudah kita miliki sebelumnya. Sebaliknya, kita cenderung mengabaikan, meremehkan, atau melupakan informasi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik
  2. Standar Emas Investasi: Memahami Model Portofolio 60/40 (Saham vs Pendapatan Tetap)
  3. Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI
  4. Southern Doji: Doji Setelah Long Black Candle sebagai Sinyal Potensi Bottom
  5. Analisis EBITDA: Senjata Ampuh yang Juga Bisa Menyesatkan
  6. Saham Gocap: Mental Block di Balik Harga Rp50 yang Menggoda
  7. Gaji Bos vs Keuntungan Perusahaan: Mengukur Rasio Kompensasi Manajemen terhadap Laba Bersih
  8. Factor Investing: Pendekatan Sistematis untuk Mendapatkan Kelebihan Return
  9. Regret Aversion: Ketika Ketakutan Akan Penyesalan Melumpuhkan Keputusan Investasi Anda
  10. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil

TradingView Chart - NICL