Update: Senin, 6 Juli 2026

BFIN

PT. BFI Finance Indonesia Tbk.

Rp 750
+0.67%
Volume
159.535 lot
MA 5
742
MA 20
704
RSI
62.50
High
760
Low
745
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.72%
Support (10d)
680
Resistance (10d)
790
Volume Trend (10d)
-4.1%
Score
75
Win Rate (30d)
56.67 %
P/L (30d)
0.67 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (62.5)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -27.804 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BFIN saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 62.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.72%. Area support terdekat berada di sekitar Rp680, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp790.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 750 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 863 - 938 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 713 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Valuasi Perusahaan dengan Multiple Segment: Seni Membongkar Nilai di Balik Konglomerat

Dalam dunia saham, ada perusahaan yang bisnisnya fokus pada satu sektor—mudah dianalisis. Namun ada pula yang memiliki multiple segment, yaitu beroperasi di beberapa lini bisnis yang berbeda. Mulai dari konglomerat yang bisnisnya mencakup properti, infrastruktur, dan konsumen, hingga perusahaan teknologi yang memiliki divisi cloud, iklan, dan perangkat keras. Valuasi perusahaan multiple segment tidak bisa dilakukan dengan pendekatan tradisional seperti PER atau PBV secara agregat. Anda harus membongkar nilai per segmen, lalu menjumlahkannya. Artikel ini akan membahas metode Sum of The Parts (SOTP) valuation, tantangan yang dihadapi, serta bagaimana menemukan peluang ketika pasar salah menghargai perusahaan multi-segment. 1. Apa Itu Perusahaan dengan Multiple Segment? Multiple segment berarti perusahaan memiliki lebih dari satu lini bisnis yang dapat diidentifikasi secara terpisah, biasanya dengan karakteristik: Produk atau jasa yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga
  2. Membangun Rencana Trading: Senjata Utama Melawan Emosi dan Kekacauan
  3. Rasio EBITDAR: Mengukur Kinerja Perusahaan di Sektor Sewa dan Restrukturisasi
  4. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  5. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  6. Index Fund: Cara Paling Sederhana dan Andal untuk Berinvestasi di Saham
  7. Rasio Price to Sales (P/S): Penyelamat Saat Perusahaan Rugi
  8. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  9. Gann Fan – Kipas Geometris yang Membaca Jiwa Pasar
  10. Membatasi Screen Time Saham: Semakin Sering Melihat, Semakin Buruk Keputusan Anda

TradingView Chart - BFIN