Update: Rabu, 10 Juni 2026

MSJA

PT. Multi Spunindo Jaya Tbk.

Rp 394
+0.51%
Volume
105.685 lot
MA 5
393
MA 20
425
RSI
44.74
High
394
Low
382
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.36%
Support (10d)
376
Resistance (10d)
430
Volume Trend (10d)
-35.4%
Score
35
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-24.95 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (44.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -6.208 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MSJA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.36%. Area support terdekat berada di sekitar Rp376, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp430.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 357 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Hamada Equation: Menyempurnakan Beta dengan Efek Leverage Keuangan

Dalam analisis investasi saham, beta adalah salah satu metrik paling populer untuk mengukur risiko. Namun, beta yang Anda lihat di layar aplikasi trading adalah beta yang sudah tercampur dengan efek utang perusahaan (levered beta). Masalahnya, ketika struktur modal perusahaan berubah, beta tersebut tidak lagi akurat. Di sinilah Hamada Equation berperan. Dikembangkan oleh Robert Hamada pada tahun 1972, persamaan ini memungkinkan investor untuk mengoreksi beta dengan memperhitungkan efek leverage keuangan. Dengan Hamada Equation, Anda bisa menghitung bagaimana perubahan utang akan mempengaruhi risiko saham. Artikel ini akan membedah Hamada Equation secara praktis, cara menggunakannya, serta bagaimana Anda sebagai investor bisa memanfaatkannya untuk keputusan investasi yang lebih tepat. Apa Itu Hamada Equation? Hamada Equation adalah persamaan yang menghubungkan unlevered beta (beta tanpa utang) dengan levered beta (beta dengan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Cara Menghitung Profit/Loss Saham Secara Manual: Panduan Langkah demi Langkah
  2. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  3. Analisis Piotroski F-Score untuk Pemula: Menyaring Saham Value yang Berkualitas
  4. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  5. Rasio Inventory Turnover: Mengukur Efisiensi Persediaan Perusahaan
  6. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  7. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi
  8. Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham
  9. Discounted Cash Flow (DCF): Senjata Utama Value Investor
  10. Cara Analisis Prospektus Sebelum Beli Saham IPO: Jangan Hanya Ikut-ikutan!

TradingView Chart - MSJA