Update: Senin, 7 September 2026

INRU

PT. Toba Pulp Lestari Tbk.

Rp 590
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
590
MA 20
590
RSI
100.00
High
-
Low
-
Nilai
5/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
0
Volume Trend (10d)
+0.0%
Score
5
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah

Dalam perjalanan sebuah tren saham, ada kalanya pergerakan terasa begitu kuat, begitu cepat, dan begitu menggoda. Harga melesat naik dengan lompatan besar atau jatuh bebas tanpa ampun. Trader retail berlarian masuk karena takut ketinggalan. Namun, di sinilah bahaya sesungguhnya berada. Karena tidak semua lompatan harga adalah keberlanjutan. Beberapa di antaranya adalah Exhaustion Gap—celah terakhir yang dibuat oleh energi yang tersisa sebelum tren benar-benar mati. Exhaustion gap adalah sinyal peringatan paling akhir. Ia seperti nafas terakhir seorang pelari maraton sebelum akhirnya berhenti. Jika Anda bisa mengenalinya, Anda bisa keluar dari posisi tepat waktu atau bahkan membuka posisi berlawanan di titik yang hampir sempurna. Apa Itu Exhaustion Gap? Dalam analisis teknikal, gap (celah) adalah area kosong di chart di mana tidak ada aktivitas perdagangan terjadi. Harga...

Artikel menarik lainnya:

  1. Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional: Mana yang Cocok untuk Anda?
  2. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi
  3. Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya
  4. Dividen dalam Bentuk Lembar Saham: Memahami Rasio Distribusi Saham Bonus
  5. Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik
  6. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  7. Memahami Metode Gordon Growth: Cara Menilai Saham Berdasarkan Dividen
  8. 2P Reserve: Kunci Menilai Nilai Sesungguhnya Saham Migas
  9. Mengendalikan Euforia saat Pasar Bullish Ekstrem: Saat Bahagia Justru Berbahaya
  10. Hindsight Bias: Bahaya Mentalitas "Sudah Saya Tahu Sejak Awal"

TradingView Chart - INRU