Update: Jumat, 10 Juli 2026

IMJS

PT. Indomobil Multi Jasa Tbk.

Rp 139
0.00%
Volume
10.178 lot
MA 5
138
MA 20
138
RSI
47.50
High
142
Low
138
Nilai
85/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.61%
Support (10d)
130
Resistance (10d)
142
Volume Trend (10d)
-45.7%
Score
85
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-8.55 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (47.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 188 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IMJS saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.61%. Area support terdekat berada di sekitar Rp130, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp142.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 85 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 139 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 160 - 174 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 132 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi

Seorang investor melihat laporan laba rugi sebuah emiten. Laba bersih naik 80% dibanding tahun lalu. Luar biasa! Namun setelah diselidiki lebih dalam, kenaikan laba tersebut ternyata berasal dari penjualan anak perusahaan (gain on divestiture) sebesar Rp200 miliar. Bisnis inti perusahaan justru mengalami penurunan laba operasi 10%. Harga saham yang semula naik karena "kabar baik" kemudian anjlok ketika pasar menyadari bahwa kinerja sesungguhnya memburuk. Inilah jebakan yang paling sering dialami investor pemula: tertipu oleh pos-pos luar biasa (non-recurring items) yang tidak mencerminkan kinerja berkelanjutan perusahaan. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang analisis non-recurring items, bagaimana membedakan pendapatan dan beban inti (core) versus non-inti (non-core), serta teknik menormalkan laba untuk mendapatkan gambaran kinerja bisnis yang sesungguhnya. Apa Itu Non-Recurring Items? Non-recurring items adalah pos-pos pendapatan atau...

Artikel menarik lainnya:

  1. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  2. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  3. Pengertian PER (Price to Earnings Ratio) Sederhana untuk Pemula
  4. Saham vs Reksadana vs Obligasi: Mana yang Cocok untuk Pemula?
  5. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  6. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati
  7. Kenali Diri Sendiri: Perbedaan Portofolio Agresif, Moderat, dan Konservatif
  8. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER
  9. The Inside Bar: Range di Dalam Range Sebelumnya sebagai Sinyal Konsolidasi
  10. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib

TradingView Chart - IMJS