Update: Senin, 5 Oktober 2026

MTDL

PT. Metrodata Electronics Tbk.

Rp 500
+0.40%
Volume
3.739 lot
MA 5
497
MA 20
504
RSI
30.77
High
505
Low
498
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.56%
Support (10d)
492
Resistance (10d)
510
Volume Trend (10d)
-49.7%
Score
55
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-1.96 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (30.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 299 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MTDL saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 30.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.56%. Area support terdekat berada di sekitar Rp492, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp510.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 510 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 561, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 492 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Pengertian IPO (Initial Public Offering): Saat Perusahaan Go Public

Setiap kali mendengar berita bahwa sebuah perusahaan akan go public, publik biasanya antusias. Ada perusahaan teknologi yang tiba-tiba menjadi sorotan, ada pula perusahaan rintisan yang pendirinya langsung menjadi miliarder dalam semalam. Di balik itu semua, ada istilah kunci yang mendasarinya: IPO. Apa sebenarnya IPO itu? Mengapa perusahaan rela membuka kepemilikan mereka ke publik? Apakah IPO selalu menguntungkan bagi investor? Artikel ini akan membahas tuntas tentang IPO, dari definisi, proses, keuntungan dan risiko, hingga tip bagi investor yang ingin berpartisipasi. Apa Itu IPO? IPO (Initial Public Offering) adalah proses pertama kali perusahaan menjual sahamnya kepada publik (masyarakat umum) melalui bursa efek. Sebelum IPO, perusahaan bersifat private (tertutup), artinya sahamnya hanya dimiliki oleh pendiri, keluarga, investor ventura, dan karyawan kunci. Setelah IPO, perusahaan menjadi public (terbuka) dan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Jenis-Jenis Saham: Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen
  2. Analisis Impairment Asset: Ancaman Pengeruk Laba yang Sering Terlupakan Investor
  3. Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader
  4. Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?
  5. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  6. Mental Accounting: Bahaya Memisahkan Uang Berdasarkan "Label" yang Tidak Rasional
  7. Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat
  8. Q Ratio dalam Merger dan Akuisisi: Alat Strategis Menilai Target
  9. Valuasi Perusahaan dengan Multiple Segment: Seni Membongkar Nilai di Balik Konglomerat
  10. Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah

TradingView Chart - MTDL