Update: Jumat, 22 Mei 2026

MTMH

PT. Murni Sadar Tbk.

Rp 1.060
+12.17%
Volume
313 lot
MA 5
1.002
MA 20
992
RSI
56.67
High
1.065
Low
935

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.64%
Support (10d)
935
Resistance (10d)
1.095
Volume Trend (10d)
+117.3%
Score
75
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
12.17 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (56.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -6 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MTMH saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 56.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.64%. Area support terdekat berada di sekitar Rp935, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.095.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 1.060 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.219 - 1.325 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 1.007 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Disposisi Effect: Mengapa Kita Cepat Jual Saham Profit, tapi Tahan Saham Rugi

Seorang investor memiliki dua saham dalam portofolionya. Saham A: Ia beli di harga Rp5.000. Sekarang harganya Rp6.000. Ia merasa senang dan tergoda untuk menjualnya, mengambil profit Rp1.000 per saham. Saham B: Ia beli di harga Rp5.000. Sekarang harganya Rp4.000. Ia merasa tidak enak, menutup layar aplikasi trading, dan berharap suatu saat harga akan kembali ke Rp5.000. Dari dua situasi di atas, mana yang akan ia jual lebih dulu? Jika jawaban Anda adalah Saham A (yang sedang profit), selamat. Anda sama seperti kebanyakan investor. Dan sayangnya, kebanyakan investor itu salah. Fenomena inilah yang dalam psikologi keuangan disebut disposisi effect: kecenderungan investor untuk menjual saham yang sedang naik (profit) terlalu cepat, dan menahan saham yang sedang turun (rugi) terlalu lama. Ini adalah salah satu bias paling merusak...

Artikel menarik lainnya:

  1. Dividend Yield vs Dividend Payout Ratio: Mana yang Lebih Penting?
  2. Right Issue Saham: Ketika Perusahaan Mengundang Pemegang Saham untuk Menambah Modal
  3. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren
  4. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  5. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  6. EPS (Earning per Share): Cara Hitung dan Interpretasi untuk Pemula
  7. Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya
  8. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  9. Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok
  10. Current Ratio: Ukur Likuiditas Perusahaan

TradingView Chart - MTMH