Update: Senin, 6 Juli 2026

BAPI

PT. Bhakti Agung Propertindo Tbk.

Rp 17
0.00%
Volume
26.197 lot
MA 5
16
MA 20
17
RSI
41.67
High
18
Low
17
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
5.22%
Support (10d)
14
Resistance (10d)
18
Volume Trend (10d)
-72.0%
Score
30
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-19.05 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (41.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -220 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BAPI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 41.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.22%. Area support terdekat berada di sekitar Rp14, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp18.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 13 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menilai Masa Depan Tanpa Angka Kini: Panduan Valuasi Perusahaan yang Belum Profit

Sebut saja Gojek, Tokopedia, Traveloka, atau perusahaan rintisan teknologi lainnya sebelum merger dan akuisisi. Selama bertahun-tahun, mereka melaporkan kerugian besar—miliaran dolar menguap setiap kuartal. Namun investor ventura, private equity, dan bahkan investor publik di bursa saham (melalui listing di luar negeri) tetap berlomba-lomba menanamkan modal dengan valuasi puluhan miliar dolar. Mengapa? Karena mereka tidak menilai laba saat ini, melainkan potensi laba masa depan. Di bursa saham Indonesia, kita juga mulai melihat fenomena serupa. Emiten-emiten teknologi, digital, atau rintisan yang melantai di IDX seringkali masih dalam fase pertumbuhan tinggi tetapi belum profit. Saham mereka diperdagangkan, dan investor harus menentukan apakah harga tersebut mahal atau murah—tanpa EPS (earning per share) yang positif. Artikel ini akan membahas secara komprehensif metode-metode valuasi untuk perusahaan yang belum profit, mulai dari...

Artikel menarik lainnya:

  1. Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli
  2. Pengertian Waktu T+2 Settlement Saham: Kapan Dana dan Saham Benar-benar Berpindah?
  3. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  4. Mengendalikan Euforia saat Pasar Bullish Ekstrem: Saat Bahagia Justru Berbahaya
  5. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  6. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut
  7. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar
  8. Gaji Bos vs Keuntungan Perusahaan: Mengukur Rasio Kompensasi Manajemen terhadap Laba Bersih
  9. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  10. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham

TradingView Chart - BAPI