Update: Kamis, 11 Juni 2026

MYOH

PT. Samindo Resources Tbk.

Rp 1.050
-2.78%
Volume
152 lot
MA 5
1.048
MA 20
1.154
RSI
33.33
High
1.080
Low
1.025
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.85%
Support (10d)
975
Resistance (10d)
1.300
Volume Trend (10d)
+250.7%
Score
55
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-19.54 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (33.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 14 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MYOH saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 33.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.85%. Area support terdekat berada di sekitar Rp975, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.300.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 1.300 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 1.430, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 975 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan

Dalam dunia analisis teknikal saham, pola candlestick memiliki beragam nama yang unik dan mudah diingat. Salah satu pola yang tergolong sederhana namun sering disalahartikan oleh trader pemula adalah On-Neck Line. Pola ini termasuk dalam kategori pola pembalikan (reversal pattern), tetapi dengan karakteristik yang sangat spesifik. Keunikan On-Neck Line terletak pada posisi penutupan lilin kedua yang tepat berada pada level yang sama dengan penutupan lilin pertama—seolah-olah "menempel di leher". Artikel ini akan membahas secara lengkap kedua versi pola On-Neck Line (bullish dan bearish), karakteristiknya, psikologi di baliknya, serta cara memanfaatkannya dalam trading saham. Apa Itu Pola On-Neck Line? On-Neck Line adalah pola candlestick yang terdiri dari dua batang lilin dan termasuk dalam kategori pola pembalikan. Namanya diambil dari posisi lilin kedua yang "menempel di leher"...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing
  2. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  3. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  4. Ease of Movement (EMV) – Mengukur Kemudahan Harga Bergerak
  5. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  6. Gross Development Value (GDV): Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Developer Properti
  7. Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader
  8. CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi
  9. Mengubah Pola Pikir "Saya Harus Benar" menjadi "Saya Harus Untung": Revolusi Mental dalam Trading
  10. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance

TradingView Chart - MYOH