Update: Senin, 5 Oktober 2026

SMDR

PT. Samudera Indonesia Tbk.

Rp 398
+1.53%
Volume
190.218 lot
MA 5
394
MA 20
392
RSI
55.88
High
400
Low
390
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.74%
Support (10d)
372
Resistance (10d)
414
Volume Trend (10d)
-44.7%
Score
100
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
26.75 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (55.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 20.973 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SMDR saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 55.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.74%. Area support terdekat berada di sekitar Rp372, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp414.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 398 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 458 - 498 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 378 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya

Dalam dunia investasi saham, utang adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, utang bisa mempercepat ekspansi dan meningkatkan return bagi pemegang saham (efek leverage). Di sisi lain, utang yang berlebihan bisa menjadi batu sandungan yang mengahancurkan perusahaan saat ekonomi memburuk. Pertanyaan kritis bagi investor adalah: Seberapa besar utang perusahaan dibandingkan dengan kemampuannya menghasilkan laba? Jawabannya terletak pada rasio Net Debt to EBITDA. Rasio ini adalah salah satu metrik paling populer di kalangan analis kredit, manajer investasi, dan investor value untuk menilai beban utang sebuah perusahaan secara lebih realistis. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio Net Debt to EBITDA, bagaimana menghitungnya, menginterpretasikannya, serta kelebihan dan keterbatasannya dalam analisis saham. Apa Itu Net Debt to EBITDA? Net Debt to EBITDA adalah rasio yang mengukur berapa...

Artikel menarik lainnya:

  1. Strategi Barbell: Keseimbangan Ekstrem untuk Hasil Optimal
  2. Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek
  3. Hidden Asset: Ketika Nilai Buku Terlalu Rendah dan Pasar Melewatkan Harta Karun
  4. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  5. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui
  6. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham
  7. Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka
  8. Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales): Ukuran Terbaik untuk Saham yang Belum Untung
  9. Valuasi Saham Perkebunan dengan Harga CPO: Mengikuti Irama Komoditas
  10. Risk of Ruin dalam Trading Saham: Ketika Kebangkrutan Bukan Lagi Mitos

TradingView Chart - SMDR