Update: Jumat, 10 Juli 2026

SMDR

PT. Samudera Indonesia Tbk.

Rp 274
+1.48%
Volume
22.553 lot
MA 5
272
MA 20
282
RSI
37.14
High
276
Low
272
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.22%
Support (10d)
264
Resistance (10d)
290
Volume Trend (10d)
-3.8%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-9.87 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (37.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.767 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SMDR saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.22%. Area support terdekat berada di sekitar Rp264, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp290.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 290 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 319, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 264 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Depresiasi dan Amortisasi: Kunci Membaca Kualitas Laba dan Valuasi Saham

Dalam dunia saham, investor sering kali terpaku pada laba bersih atau pendapatan per saham (EPS). Namun, ada dua pos penting dalam laporan keuangan yang kerap luput dari perhatian padahal sangat berdampak pada kualitas laba dan arus kas: Depresiasi dan Amortisasi. Memahami keduanya adalah keterampilan kunci untuk menilai apakah sebuah saham overvalued atau justru undervalued. 1. Depresiasi vs. Amortisasi: Apa Bedanya? Depresiasi adalah alokasi biaya perolehan aset berwujud (tangible) seperti mesin pabrik, kendaraan, gedung, dan peralatan IT. Contoh: truk logistik yang nilainya turun setiap tahun karena pemakaian. Amortisasi adalah alokasi biaya aset tidak berwujud (intangible) seperti hak paten, merek dagang, lisensi, dan perangkat lunak. Contoh: biaya akuisisi merek minuman yang diamortisasi selama 10 tahun. Keduanya adalah biaya non-kas. Artinya, perusahaan mencatatnya sebagai beban di laporan laba...

Artikel menarik lainnya:

  1. Jebakan Saham Gorengan Psikologis: Ketika Keserakahan Memasuki Perangkap yang Dirancang Rapi
  2. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  3. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  4. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  5. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham
  6. Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung
  7. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  8. Rebalancing Tanpa Jual Beli: Memanfaatkan Aliran Dividen untuk Menjaga Keseimbangan Portofolio
  9. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  10. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI

TradingView Chart - SMDR