Update: Jumat, 22 Mei 2026

SMDR

PT. Samudera Indonesia Tbk.

Rp 306
+5.52%
Volume
126.283 lot
MA 5
305
MA 20
333
RSI
22.45
High
306
Low
284

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.93%
Support (10d)
284
Resistance (10d)
344
Volume Trend (10d)
-12.5%
Score
80
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-11.56 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (22.5) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 9.711 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SMDR saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 22.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.93%. Area support terdekat berada di sekitar Rp284, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp344.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 306 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 352 - 383 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 291 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi

Dalam dunia saham, sektor teknologi dan perusahaan digital sering kali menjadi primadona karena pertumbuhannya yang eksponensial. Namun, dibalik kisah sukses yang gemilang, banyak juga perusahaan teknologi yang bangkrut dalam diam karena satu kesalahan fundamental: mereka menghabiskan terlalu banyak uang untuk mendapatkan pelanggan, tetapi setiap pelanggan hanya bertahan sebentar dan menghasilkan sedikit pendapatan. Di sinilah analisis Customer Acquisition Cost (CAC) dan Lifetime Value (LTV) menjadi sangat penting. Ini adalah dua metrik yang paling jujur tentang kesehatan model bisnis sebuah perusahaan digital, jauh sebelum laporan laba rugi menunjukkan warna sebenarnya. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu CAC dan LTV, mengapa rasio keduanya adalah penentu utama kesuksesan jangka panjang, serta bagaimana investor saham bisa menggunakannya untuk memisahkan emas dari sampah di sektor teknologi. Apa Itu Customer...

Artikel menarik lainnya:

  1. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  2. Framing Bias: Bagaimana Cara Penyajian Informasi Mengubah Keputusan Investasi Anda
  3. Waktu Trading: Pre-opening, Regular, Pre-closing – Panduan Lengkap untuk Pemula
  4. Saham Bonus untuk Bos, Risiko untuk Investor?: Memahami Rasio Pembayaran Berbasis Saham
  5. Payback Period: Seberapa Cepat Investasi Anda Kembali?
  6. Mental Accounting: Bahaya Memisahkan Uang Berdasarkan "Label" yang Tidak Rasional
  7. Lebih dari Sekadar Rasio: Analisis Mendalam P/E to Growth (PEG) Adjusted
  8. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  9. Fed Model: Menilai Wajar Tidaknya Pasar Saham dengan Membandingkan Imbal Hasil
  10. Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur

TradingView Chart - SMDR