Update: Jumat, 22 Mei 2026

SGER

PT. Sumber Global Energy Tbk.

Rp 296
+5.71%
Volume
32.753 lot
MA 5
316
MA 20
369
RSI
29.09
High
302
Low
262

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.35%
Support (10d)
262
Resistance (10d)
400
Volume Trend (10d)
+6.7%
Score
60
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-22.51 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (29.1) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 410 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SGER saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 29.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.35%. Area support terdekat berada di sekitar Rp262, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp400.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 302 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 326 - 340 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 275 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi

Dalam analisis teknikal, terdapat sebuah fenomena yang dikenal oleh para trader berpengalaman: sebelum pergerakan harga yang besar, seringkali terjadi periode ketenangan. Harga bergerak dalam rentang yang semakin sempit, volume menurun, dan pasar tampak "tertidur". Fenomena ini dikenal sebagai The Compression Pattern (atau sering disebut Volatility Squeeze atau Coil Pattern). Compression Pattern adalah kondisi di mana rentang harga (high-low) terus menyempit dari waktu ke waktu, menciptakan pola segitiga yang meruncing. Pasar seperti pegas yang ditekan—semakin kuat tekanan, semakin eksplosif pelepasan energinya. Ketika kompresi mencapai titik puncaknya, harga akan "meledak" keluar dalam suatu pergerakan besar yang disebut ekspansi (expansion). Bagi trader yang memahami pola ini, compression adalah periode persiapan—bukan untuk entry, melainkan untuk bersiap menangkap breakout ketika harga akhirnya bergerak. Karakteristik Compression Pattern Compression Pattern adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio
  2. Hamada Equation: Menyempurnakan Beta dengan Efek Leverage Keuangan
  3. Saham vs Judi: Perbedaan Fatal yang Wajib Anda Pahami
  4. Membangun Ketahanan Stres Melalui Simulasi: Latihan Mental Sebelum Terjun ke Pasar Saham
  5. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  6. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  7. Cara Analisis Prospektus Sebelum Beli Saham IPO: Jangan Hanya Ikut-ikutan!
  8. PEG Ratio: Ketika PER Bertemu Pertumbuhan Laba
  9. Metode Volatility Weighting: Menyesuaikan Alokasi Berdasarkan Risiko Pasar
  10. Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri

TradingView Chart - SGER