Update: Kamis, 8 Oktober 2026

SGER

PT. Sumber Global Energy Tbk.

Rp 760
-0.65%
Volume
289.808 lot
MA 5
759
MA 20
727
RSI
70.00
High
770
Low
745
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.39%
Support (10d)
630
Resistance (10d)
785
Volume Trend (10d)
+9.5%
Score
100
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
26.67 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (70.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 15.502 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SGER saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 70.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.39%. Area support terdekat berada di sekitar Rp630, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp785.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 760 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 874 - 950 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 722 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga

Dalam analisis teknikal tradisional, volume hanya ditampilkan sebagai batang vertikal di bagian bawah chart. Anda bisa melihat berapa banyak saham yang diperdagangkan dalam suatu periode, tetapi Anda tidak tahu di level harga mana transaksi tersebut paling banyak terjadi. Volume Profile mengubah semua itu. Ia memecah volume berdasarkan level harga, menciptakan semacam "peta kepadatan" yang menunjukkan area-area dengan aktivitas perdagangan tertinggi dan terendah. Dalam peta tersebut, ada dua konsep kunci yang wajib Anda pahami: High Volume Node (HVN) dan Low Volume Node (LVN). High node adalah area di mana volume sangat terkonsentrasi—seperti kota padat penduduk. Low node adalah area di mana volume sangat sedikit—seperti padang pasir yang sepi. Memahami kedua node ini akan mengubah cara Anda melihat support, resistance, breakout, dan target harga. Anda tidak...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  2. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi
  3. Pengertian IPO (Initial Public Offering): Saat Perusahaan Go Public
  4. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  5. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga
  6. Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli
  7. Hindsight Bias: Bahaya Mentalitas "Sudah Saya Tahu Sejak Awal"
  8. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda
  9. Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?
  10. Piotroski Score: Cara Sistematis Menilai Kesehatan Fundamental Perusahaan

TradingView Chart - SGER