Update: Senin, 5 Oktober 2026

HRUM

PT. Harum Energy Tbk.

Rp 835
+1.83%
Volume
53.337 lot
MA 5
840
MA 20
887
RSI
33.33
High
840
Low
820
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.67%
Support (10d)
815
Resistance (10d)
915
Volume Trend (10d)
-38.9%
Score
10
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-10.22 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (33.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -13.115 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HRUM saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 33.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.67%. Area support terdekat berada di sekitar Rp815, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp915.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 774 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga

Dalam analisis teknikal tradisional, volume hanya ditampilkan sebagai batang vertikal di bagian bawah chart. Anda bisa melihat berapa banyak saham yang diperdagangkan dalam suatu periode, tetapi Anda tidak tahu di level harga mana transaksi tersebut paling banyak terjadi. Volume Profile mengubah semua itu. Ia memecah volume berdasarkan level harga, menciptakan semacam "peta kepadatan" yang menunjukkan area-area dengan aktivitas perdagangan tertinggi dan terendah. Dalam peta tersebut, ada dua konsep kunci yang wajib Anda pahami: High Volume Node (HVN) dan Low Volume Node (LVN). High node adalah area di mana volume sangat terkonsentrasi—seperti kota padat penduduk. Low node adalah area di mana volume sangat sedikit—seperti padang pasir yang sepi. Memahami kedua node ini akan mengubah cara Anda melihat support, resistance, breakout, dan target harga. Anda tidak...

Artikel menarik lainnya:

  1. Dividend Yield Tinggi: Jebakan atau Peluang?
  2. Absorption – Volume Besar Tanpa Pergerakan Harga, Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  3. Reward to Risk Ratio: Mengapa Minimal 1:2 Adalah Kunci Profit Jangka Panjang
  4. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  5. Analisis EBITDA: Senjata Ampuh yang Juga Bisa Menyesatkan
  6. Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne
  7. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  8. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  9. Weekly Review: Mengukur Kinerja Trading dengan Profit Factor, Win Rate, dan Average RRR
  10. Tail Risk Hedging dengan Options: Melindungi Portofolio dari Kehancuran Ekstrem

TradingView Chart - HRUM