Update: Jumat, 17 Juli 2026

DGIK

PT. Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk.

Rp 131
0.00%
Volume
18.301 lot
MA 5
133
MA 20
126
RSI
72.73
High
134
Low
130
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.00%
Support (10d)
120
Resistance (10d)
148
Volume Trend (10d)
+13.2%
Score
50
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
6.50 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (72.7) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2.024 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DGIK saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 72.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.00%. Area support terdekat berada di sekitar Rp120, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp148.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 120, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Smart Beta: Jembatan antara Index Pasif dan Faktor Aktif

Selama bertahun-tahun, investor dihadapkan pada dua pilihan yang tampak berseberangan: investasi pasif (mengikuti indeks dengan bobot kapitalisasi pasar) atau investasi aktif (memilih saham berdasarkan analisis untuk mengalahkan pasar). Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, sejak awal 2000-an, muncul kategori ketiga yang menggabungkan yang terbaik dari kedua dunia: Smart Beta. Strategi ini tetap berpegang pada pendekatan indeks (sistematis, transparan, biaya rendah), tetapi aturan pembobotannya tidak lagi berdasarkan kapitalisasi pasar, melainkan berdasarkan karakteristik fundamental atau faktor-faktor tertentu. Artikel ini akan membahas apa itu smart beta, bagaimana cara kerjanya, perbedaannya dengan indeks tradisional, serta kelebihan dan kekurangannya. Apa Itu Smart Beta? Istilah "Smart Beta" sebenarnya adalah nama pemasaran. Akademisi lebih suka menyebutnya strategi indeks alternatif atau indeks berbasis aturan (rule-based indexing). Definisi sederhana: Smart Beta adalah indeks...

Artikel menarik lainnya:

  1. Membangun Jurnal Trading Harian: Senjata Rahasia Trader Profesional
  2. Gross Development Value (GDV): Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Developer Properti
  3. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  4. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  5. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  6. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  7. Sustainable Growth Rate (SGR): Seberapa Cepat Perusahaan Bisa Tumbuh Tanpa Utang Baru?
  8. Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio
  9. Price to User: Senjata Rahasia Menilai Saham Teknologi yang Belum Untung
  10. Rasio FCF to Equity (FCFE): Uang Tunai yang Benar-Benar Bisa Diterima Pemegang Saham

TradingView Chart - DGIK