Update: Kamis, 8 Oktober 2026

AMOR

PT. Ashmore Asset Management Indonesia Tbk.

Rp 360
-1.10%
Volume
1.827 lot
MA 5
363
MA 20
363
RSI
40.00
High
366
Low
356
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.92%
Support (10d)
350
Resistance (10d)
370
Volume Trend (10d)
-45.0%
Score
40
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
1.69 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 46 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AMOR saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.92%. Area support terdekat berada di sekitar Rp350, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp370.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 350, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar

Dalam dunia analisis teknikal, sebagian besar indikator dirancang untuk digunakan dalam berbagai kondisi pasar — tren naik, tren turun, maupun sideways. Namun, ada satu indikator yang diciptakan untuk tujuan yang sangat spesifik: menangkap bottom pasar setelah koreksi besar. Indikator itu adalah Coppock Curve. Diciptakan oleh ekonom Edwin Sedgwick Coppock pada tahun 1962, indikator ini awalnya dirancang untuk investasi jangka panjang di pasar saham AS. Hingga saat ini, Coppock Curve tetap menjadi salah satu alat paling andal untuk mengidentifikasi momen pembelian setelah pasar mengalami penurunan signifikan. Karakteristik Coppock Curve Coppock Curve adalah indikator momentum yang dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang dari dua laju perubahan (rate of change / ROC) yang dihaluskan dengan moving average. Meskipun perhitungannya sedikit rumit, penggunaannya sangat sederhana. Ciri-ciri spesifik Coppock Curve adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  2. Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek
  3. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  4. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga
  5. Trailing Stop: Senjata Rahasia Mengunci Profit saat Harga Terus Naik
  6. Ukuran Sejati Kinerja Saham: Mengapa Rasio Perusahaan Harus Dibandingkan dengan Rata-rata Industri
  7. Cash Conversion Cycle (CCC): Mengukur Efisiensi Arus Kas dari Hulu ke Hilir
  8. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  9. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  10. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham

TradingView Chart - AMOR